CerpenSex

Cerpen sex versi Indonesia

The Mentalist 1

Cerpen Sex The Mentalist 3

Gina

Cerpensex | “Pak, pokoknya saya tidak mau tau, saya tutup dan gak mau bayar iuran kartu kreditnya lagi!!!” ujar seorang gadis cantik di telephone
“wah gak bisa begitu bu, kalau ibu mau tutup kartu kredit, seharusnya ibu kasih pemberitahuan sebulan sebelumnya, dan seharusnya tagihan ibu itu sudah dilunaskan sewaktu ibu memberitahu tentang penutupan account kartu kredit ibu. Kalau seperti ini, ibu harus membayar tagihan bulan Maretnya, berupa iuran tahunan dari kartu kredit untuk setahun.” sahut sang customer service di salah satu bank swasta di seberang sana.
“Hah? lah gak bisa begitu pak, saya kan gak pakai lagi kartunya, kenapa juga saya harus bayar iuran tahunan kartunya? itu mah sama aja saya pakai, gak bisa, pokoknya saya gak mau bayar dan saya mau minta di TUTUP!!!” sambil mematikan gagang telephonenya.
tuuuuuuuuutttttttt……….
“Gin… ada apa sih? kok marah marah gitu?” tanya seorang bapak yang baik hati ini.
“iya nih pi, brengsek tuh tukang kartu kreditnya, masa Gina disuruh bayar iuran tahunan, padahal kan uda mau ditutup Pi.” ujar Gina, yang memiliki tinggi 165, seorang mahasiswi di perguruan tinggi swasta di Jakarta yang terkenal banyak etnis keturunan kulit terang ini.
“ooh ya ampun, orang seperti itu, buat apa diladeni, kamu gak boleh bicara kasar seperti itu dong, kalau kasar mah, gak bakalan diluluskan permintaan kamu Gin, ya udah nanti papa urusin deh ya, udah sana kamu ke kampus dulu aja ya, ntar telat loh” nasehat sang papa.
“Oke deh pi, makasih ya…. duit donk piii…” ujar Gina dengan manja.
“Nih, 200rb buat bensin” kata papanya Gina yang memiliki postur tinggi seperti anaknya, dengan kulit putih bersih dan tampan serta berwibawa ini sambil ngeloyor pergi setelah memberikan uang tersebut.
“uuhh pelit nih, masa cuma segitu… ya uda deh, pegi dulu ya…” kata Gina sambil sewot.
Gina mengenakan setelan jeans panjang, dengan baju jenis Polo shirt bermerk, bersiap siap menuju mobilnya.
“yuk pak Min, kita ke kampus sekarang!” ujar Gina ke sopirnya.
“Iya Non, mari” ujar Pak Min.

#######

Sesampainya di kampus, Gina langsung berbaur dengan teman temannya,

“eh gimana gimana? si Yudi, gandengan lu itu akhirnya bener minta maaf ke lu Lin?” tanya Gina.
“oh iya donk, haha… biar mampus tuh cowo, gila aja, belum minangin gue, dah mau main gila aja!!” ujar Lina sewot.
“belum minang dah mau main gila? maksud lu klo uda di merritin, lu ijinin dia main gila Lin?
“bukannya kebalik Lin?” canda Gina.
“setan lu… yah gak gitu lah… haha” sahut Lina.
“Lin tar mau ke TA gak bentar? mo beli beli barang buat natalan nih” ajak Maureen
“ya uda, tanya Gina gih. gue ok aja.”
Akhirnya setelah selesai perkuliahan, mereka berjalan jalan dan shopping di TA.
Pada saat di TA, mereka menjadi pusat perhatian, sebenarnya yang jadi pusat perhatian adalah Gina dan Lina, sedangkan Maureen yang kurang begitu cantik tidak begitu diperhatikan. Puas berbelanja, mereka pulang ke rumah masing masing, Gina dijemput oleh pacarnya yang benama Surya.
“gila gue tadi bt banget waktu pagi, males banget de, tuh tukang kartu kredit brengsek banget, masa gue uda gak mau pakai, musti bayar iuran tahunannya sih, katanya gue telat ngomongnya, kan rese.” curhat si Gina.
“iya iya say, emang tuh.. udalah gak usah dipikirin.. tar malem mau ke mana? pergi makan yuk!” ajak Surya.
“makan dimana? terserah sih, tapi nyokap gue masak nih, makan di rumah gue aja ya…” ajak Gina.
“oooh tumben mama dirumah? ya udah nanti malam ya say.. muah” kemudian setelah Surya menurunkan

Gina tiba di rumahnya yang disambut hansip kompleks perumahan, Surya pun pergi. Biasanya mama Gina bersama keluarganya tinggal diluar kota, tempat mereka menjalankan usaha, sedangkan Gina ditinggal sendiri di kota ini. Entah seminggu sekali atau seminggu dua kali keluarganya baru akan datang untuk tinggal bersama disini, kadang kala, Gina yang pulang ke luar kota tempat asalnya tersebut di antar sopirnya. Hansip kompleks memerhatikan lekuk lekuk tubuh Gina yang sedang menunggu dibukakan pintu pagar dengan liur yang hampir menetes.

“Gila kapan ya, gue bisa dapet istri muda macam gini.. uuh toket sih gak gede gede amat, tapi cuakep tenan…” lamunan jorok si hasip Karjo tentang Gina yang mempunya ukuran dada 34b, kulit putih bersih, dan wajah oriental kebule bulean.
“Makasih ya pak” ujar Gina ramah, setelah pintunya dibukakan pembantunya. “iya non, tadi cowonya ya?” tanya sang hansip.
“yeee mau tau aja.. ha ha” canda Gina.
Setelah sang hansip yang berpura pura ramah, membantu menutup pintu pagar rumah dari luar, hansip Karjo geleng geleng kepala.
“Kerja dulu ya non” kata sang hansip sambil ngeloyor pergi.
Gina hanya melemparkan senyum manis. Hansip Karjo merupakan hansip yang bekerja di sekitar komplek perumahan mewah ini, dia sering membantu warga blok untuk beramah tamah dan sekadar basa basi, entah untuk mendapatkan uang rokok atau sekadar cuci mata melihat cewek cewek cantik dan terawat di komplek perumahan tersebut. Malam harinya, Surya pun menepatkan janjinya untuk sekadar makan malam di rumah Gina, di rumah ada Gina, mamanya Gina, adik Gina, Riny dan abangnya, Dino, sedangkan papanya belum pulang kerja, karena perusahaannya berada di luar kota.
“Wahhh masak banyak banget tante… enak enak nih, makin tambah selera aja, ada samchan goreng lagi, asyikk…” puji Surya
“ya donk mama gue kan special masaknya.. haha” ujar Gina
Mama Gina hanya tersenyum senyum mendengar pujian calon menantunya itu.

###############
2 bulan kemudian….
Sore hari di rumah Gina, setelah pulang dari kampus. Ting tong….TENG TENG (bunyi gembok di gedorkan dengan sangat keras). Pembantu rumah Gina, keluar sambil melihat siapa gerangan yang mengetok ngetok tak ada otaknya itu.

“ya ada apa mas? mau cari siapa?” tanya si pembantu.
“ini benar rumahnya Gina?” tanya sang tamu tak diundang itu.
“iya benar, dari mana ini?” tanya sang pembantu lagi.
“kami dari bank UCB BUANGAN (nama bank disamarkan/diplesetkan demi menjaga nama baik) ini ibu Gina nya ada tagihan yang belum dibayar, bisa tolong panggil keluar orangnya?” bentak si tamu itu.
“gak ada pak, orangnya tidak di rumah, waduh ketok pintunya kira kira donk, pak” sang pembantu membela tuan rumahnya.
“hey pembantu bego, lu panggil Gina nya keluar sekarang, atau saya pakai cara kekerasan, dasar bego, majikan kamu gak bisa bayar utang aja dibelain, kamu udah dibayar belum gajinya?!” sang tamu mulai nyolot.
Sang pembantu budiman ini tak kalah nyolot, “Saya digaji atau tidak digaji bukan urusan situ, orang rumah ini punya utang, bapak yang matanya picek, rumah segede gini gak ada uang, udah sana pulang bapak”
Gina kurang lebih mendengar ribut-ribut di pagarnya merasa risih juga, mengintip dari jendela kamarnya.

“Dasar gak punya otak, kapan gue punya utang tau?!” umpat Gina dalam hati.
Hansip komplek perumahan yang sering patroli baik siang sore pagi malam, pokoknya hampir 24 jam di sekitar blok itu-itu aja, hanya demi melihat kemolekan Gina, pun merasa terusik, menghampiri sang tamu,

“Eh pak pak, ada apa ini ribut ribut, disini komplek perumahan, ini bapak salah alamat, jangan ganggu orang disini” hardik sang hansip.

Dari dalam mobil yang parkir di samping rumah Gina keluar seseorang berperawakan ganteng, terpelajar, dengan badan atletis, mendekati sang hansip. Sentuhan ringan di pundak sang hansip membuat hansip tiba tiba bengong dan hilang pandangan,
“Pak, ini kami dari bagian bank, ini orang rumah ada tagihan sebesar 200 juta, kalau jumlahnya sedikit tidak apa pak, tapi ini 200 juta. kalau memang salah, setidaknya saya harus dapat konfirmasi dari pihak oang rumah ini, dan saya harus bertemu dengan ibu Gina nya” ujar sang penagih lapangan yang berperawakan kasar, dan bengis.
Sang hansip merasakan pikirannya tergelitik dan merasa ucapan sang penagih lapangan ada benarnya.

“Mbak surti, tolong bukain dulu pintunya mbak, biar dibicarakan di dalam aja, gak apa-apa, ada saya disini”
Mbak surti sang pembantu rumah pun sudah kenal dengan sang hansip, akhirnya mau membukakan pintu pagar. Gina yang berada di atas saat melihat sang pembantu membukakan pintu, bergegas turun untuk mencegah. Terlambat….
“Eh pak apa apaan sih, kapan saya ada utang segitu?” kata Gina begitu menapakan kaki di halaman rumahnya.
Sang hansip yang melihat Gina, matanya tambah pusing. Jakunnya naik turun seiring matanya yang naik turun juga menatap Gina yang padahal saat itu memakai kemeja lengan pendek dan celana rumah yang pendek. Kemudian, pria yang berpenampilan tampan dan rapi itu, memegang pundak Surti,

Baca JUga Cerita Sex Lain nya di CeritasexTerbaru.Net

“Kamu namanya Surti? hmm.. tolong kamu siapkan minuman untuk kami di ruang tamu ya”
Surti yang dipegang pandangannya menjadi kosong, “iya pak silahkan masuk masuk, nanti saya siapkan minumannya”
“Anton, kamu tunggu di mobil, nanti tunggu sampai saya menyuruh kamu masuk, ok?” kata pria tampan yang mempunyai nada tenang dan berwibawa tersebut.

Gina yang kesal setengah mati menjadi tak punya kuasa akhirnya membiarkan sang tamu untuk masuk ke dalam. Karena seolah olah semua orang yang tak berkepentingan membiarkan tamu tak diundang ini masuk. Sesampainya di ruang tamu yang besar tersebut.
“Nama saya Nickolas, begini Gin, boleh ya saya panggil nama aja, Gina ada hutang yang luar biasa besar, tidak hanya 200 juta ini saya, tetapi Gina juga punya hutang untuk meniduri saya, Karjo si hansip dan teman teman saya.” kata Nickolas yang memang mirip dengan Nickolas Saputra.
Gina yang mendengar itu sempat hampir marah luar biasa, kaget dan merasa tak percaya pada ucapan kurang ajar pria yang mengaku bernama Nickolas ini, tapi setelah memegang tangan Nickolas bagai tersirep dan mempunyai pandangan kosong. Surti kemudian datang sambil membawakan minuman untuk tamu,

Cerpen Sex The Mentalist

Gina

“Silahkan pak diminum”
“I iya makasih” kata Karjo si hansip.
“Surti coba kamu keluarkan dan biarkan saya bertemu dengan orang-orang yang ada di rumah saat ini” kata Nickolas dengan tenang lagi.
“Ba, baik pak” jawab Surti.
Surti lantas ke belakang membawa serta 2 orang pembantu lainnya untuk diperkenalkan dengan Nickolas, yang satu Ani yang agak tua, sekitar 45 tahun. Satu lagi Jelita yang berumur 18 tahun, Surti sendiri berumur 24 tahun ketiganya pembantu rumah tangga. Setelah berkenalan Surti, Jelita dan Ani disuruh ke kamar mereka masing-masing sampai ada pemberitahuan. dan mereka menurut saja.
“Nah Gina, sekarang saya mau kamu buka baju kamu sekarang, untuk diperlihatkan ke Karjo dan saya” perintah Nickolas.
Gina merasa ada yang tidak beres, batinnya terasa menolak, tetapi tubuh dan otaknya tidak menolak, pikiran pikiran mesum tiba tiba melanda otaknya begitu saja, mengalir bagaikan air terjun niagara, perasaan ingin dipermalukan, ingin disetubuhi oleh orang orang ini begitu kuat sekali, cairan vaginanya berproduksi jauh lebih cepat dari biasanya, kulit-kulitnya terasa seperti ada sengatan sengatan listrik yang meledak ledak, sentuhan sentuhan kecil saja bisa membuatnya ngompol tak tertahankan.

Bagaimanapun kuatnya ia melawan dorongan aneh itu akhirnya ia menyerah. Dia menurut saja, ia membuka satu persatu kancing kemeja dan meloloskan celana pendeknya, tubuhnya sekarang hanya berbalut bra putih sporty, dan celana dalam biru yang terlihat nyaman untuk dipakai.
“Sekarang kamu tolong keluar sana, buka pagar rumah kamu lebar lebar agar mobil teman saya bisa masuk, ayo cepat” perintah Nickolas lagi.
Maka Gina pun menurut, ada perasaan tidak benar saat melakukan hal tersebut, tetapi anehnya dituruti saja, ia bukakan pintu pagar. Matahari sore memandikan tubuh polos berbalut pakaian dalam Gina, memberikan sensasi tubuh Gina menjadi berkilau emas. Untungnya daerah perumahannya di pantai mutiara agak sepi jadi tidak perlu khawatir akan ada orang lalu lalang, karena memang hampir tidak pernah, biasanya orang datang, langsung masuk ke rumah, dan saat pergi langsung pergi tanpa ada basa basi dengan tetangga sekitar. Tidak ada pemulung, maupun tukang becak, hanya sesekali ada patroli dari satpam atau hansip setempat, itupun tidak sering, yang paling sering yah si Karjo ini. Setelah membiarkan mobil toyota avanza hitam masuk, dan mengunci pintu pagar rumah, Gina mempersilahkan sang pengemudi yang bernama Anton dan ternyata ada penumpangnya yang mempunyai tampang idiot itu masuk ke dalam rumah.
“Nah Gina, ini adalah Anton, yang tadi kamu ketemu di depan dan itu adalah sepupunya Abun, dia mempunyai keterbelakangan mental karena tuhan menciptakannya bukan pada otaknya, Tuhan menyempurnakan kemampuan penis dan kemampuannya di ranjang” Nickolas menjelaskan agar Gina mengenali kedua temannya ini.
Abun melihat Gina dengan penuh nafsu, sebenarnya Karjo juga melihat Gina dengan penuh nafsu, tapi karena berada dalam pengaruh hipnotis badannya tidak mampu bergerak, Abun yang memiliki keterbelakangan mental tidak dapat di hipnotis, tapi memang Nickolas tidak pernah menghipnotis teman temannya sendiri.

Abun kemudian tidak mampu menahan lagi gejolak nafsunya langsung menubruk. Gina tertubruk jatuh, untungnya bukan lantai, tetapi karpet.
“hee hee hee…. ceweeeee cantttikkk…” ujar Abun menyeringai seram, liurnya menetes netes di bibir Gina,

Gina sebenarnya merasa jijik, karena ia mau tidak mau harus menelan liur orang idiot ini. Secara insting, Gina dengan tangannya menjauhkan dan mendorong kepala Abun sejauh mungkin dari pandangannya.
“Gina.. Gina.. ini adalah tuan kamu, kamu harus menurut pada kemauannya, dan kamu harus memuaskannya…” perintah Nickolas.
“Ahh tidakk…” ungkapan kata hati kecil Gina.
“Ayoo kamu bisa lawan Gina, pergi, kabur keluar dari sini, kamu lagi hendak ditiduri manusia idiot” kata hatinya lagi.
“Bukannya menyenangkan bermain dengan pria idiot? kapan lagi? lihat liurnya yang menetes dibibirmu… begitu enak kan untuk ditelan, lihat tampangnya yang polos… rasakan tonjolan penisnya di balik celananya yang menekan paha kamu.. besar… keras… dan lihatlah peluh keringat, dan wajah mesum pria ini, Gina, begitu mengairahkan” bisikan hati kecil lainnya yang entah memang kata hatinya yang berkata demikian ataukah dipengaruhi oleh Nickolas.
Gina membuka mulutnya, membiarkan liur liur itu membasahi tenggorokannya. Sang idiot, Abun mempreteli branya dengan kasar dan mencumbui wajahnya Gina, menjilati pipinya, dan leher jenjangnya. Setelah branya terlepas, terlihatlah 2 gundukan payudara putih yang indah, Karjo menelan ludahnya, anton yang terlihat sudah biasa hanya merokok saja, sambil melihat lihat keadaan rumah. Tampaknya Anton ingin menguras harta benda di rumah tersebut. Keadaan rumah kala itu sepi seperti biasanya, tampaknya jadwal anggota keluarga yang lain pulang ke rumah tersebut sedang tidak ada. Abun dan Gina kini saling berciuman mesra, liur mereka bertetes- tetesan di sekitar bibir keduanya. Abun melancarkan aksinya di bagian payudara ranum 34b nya Gina, ia gigit gigit puting susunya yang berwarna pink. Ia cupang cupangi Gina, baik di leher maupun di daging payudaranya.

“ahh.. hmmpphh” jantung Gina bedegup kencang, peluh peluh mulai keluar dari dalam tubuhnya, punggungnya bergesekan dengan karpet ruang tamunya sendiri, tempat ia menjamu tamu tamunya. Celana dalam Gina kini yang jadi icaran Abun,

“hee hee… enak memek enak memek… me.. me… mekk, hiakk hak hak” ujar Abun kegirangan setelah berhasil melucuti celana dalam gadis itu.
Abun menciumi pusar Gina, “uuhhh..” Gina mendesah keasyikan.

Abun mulai menciumi bulu bulu kemaluan Gina,

“waaaa… nggiiii… enakkk….” Abun berkomentar seperti itu setelah mengendusi vagina Gina, membuat Karjo kelojotan iri hati.
Setelah puas menjilati vagina gadis cantik itu, Abun lantas berdiri melucuti pakaiannya sendiri dengan susah payah,

“Gina, Karjo, bantuin bukain pakaian Abun” perintah Nickolas yang langsung dituruti keduanya.
Karjo melepaskan celana Abun sedangkan Gina melepaskan kemeja Abun, setelah dilepas, Nickolas mendekati Gina,

“Gina, kamu adalah seorang gadis yang penuh dengan nafsu liar, kamu adalah nymphomaniac sejati, kamu suka mencoba berbagai jenis seks yang menyimpang aneh dan tidak dapat diterima akal sehat. kamu akan mencintai pria dari kalangan bawah, tukang becak, hansip dan orang yang punya keterbelakangan mental, kuli-kuli bangunan, tukang ojek, sopir taksi, sopir angkot, kenek angkot, preman pasar, pengamen, joki jalanan, pedagan asongan, dan segala sesuatu yang berbau dan menurut kamu jijik, sekarang akan berubah. kamu akan melayani mereka, memberikan service terbaik kamu ke mereka, karena merekalah sang pria sejati. kamu akan dengan mudah menikmati seks, dengan mudah orgasme, dan dengan mudah mencari lagi dan lagi kenikmatan. kamu akan haus akan penis penis pria pria kulit hitam, berwajah buruk, berbau tidak sedap”
Kata kata Nickolas langsung di proses dalam otak kecil dan otak besar Gina, terprogram ulang sehingga Gina menjadi terlahir baru.

Kunjungi JUga CeritaSexHot.Org

Ia lalu menjilati leher Abun yang penuh daki, mengecup bahunya, membenamkan wajahnya di ketiak si idiot itu yang berkeringat, menjilati lengan lengan Abun, dibersihkannya pori pori kulitnya. Puting dadanya yang tambun,perutnya yang buncit. kemudian ke bagian penis, dan tampaknya entah bagaimana, Gina tampak mahir memainkan mulutnya di penis berukuran abnormal itu. Tampaknya ucapan Nickolas bahwa Tuhan menciptakan otak Abun di penisnya bukanlah kelakar biasa, karena bentuk penis yang aneh dan besar ini adalah bukti otentik dari kata kata tersebut. Gina memasukan penis itu ke dalam mulutnya berusaha menservis Abun mati matian. Abun terngenges ngenges, ia tampak sangat menikmati kuluman nikmat ini, sesekali ia memaksakan penisnya melesak ke dalam tenggorokan Gina dan pada saat lubang kencingnya menyentuh tenggorokan Gina, dari luar terlihat hanya separuh penis Abun saja yang masuk. Gina tersedak, liurnya menetes deras, liur dari bekas deeptroth kadang kala memang sangat banyak, menetes netes di karpet hitam berbulu tersebut. Setelah puas bermain dengan mulut Gina, Abun merebahkan Gina di lantai karpet tersebut, Abun mulai melakukan penetrasi, terasa sangat sangat sempit sekali, lubangnya juga sangat kecil, Abun kebingungan dan mulai frustasi..

“kokkkk gak bisa???? kok gak bisa???” ujar Abun panik.
Mendengar ucapan Abun itu, normalnya wanita akan langsung ilfil dan menghentikan persetubuhan ini, tapi karena dibawah pengaruh hipnotis. Gina punya pemikiran berbeda,

“ahh asyik ada orang idiot mau ngewe sama aku.. ahh penisnya aku mau penisnya itu memerawani aku” pikiran Gina berkecamuk.
“ayoo masukin Bun, ahhh aku siappp… aku buka ya.. ” Gina berujar menggoda, sambil berusaha membuka sendiri lubang vaginanya untuk dimasuki Abun.
Sekali…dua kali…tiga kali…empat kali…masih gagal juga. Kemudian Abun memegang erat kedua panggal paha Gina, lalu ditempelkan kepala penisnya yang sudah mulai mebuka bibir vagina Gina, dengan satu hentakan keras, lehernya mulai masuk.
“uuugghhh” erang Gina, sedikit kesakitan, Abun tidak menunjukan perasaan apa apa. ia hanya punya tujuan untuk mencoblos partai Gina.

Dipaksa sekali lagi akhirnya ada lapisan yang menghalangi penisnya masuk lebih jauh, Abun kesal, lalu diremasnya payudara Gina.

“auuhhhh!!” lenguh Gina bagai sapi di peras.
Lalu dengan hentakan yang keras sekali lagi, menembus pertahan Gina, selaput dara yang dijaga untuk sang suami tercinta kelak dijengut oleh anak idiot gila seks ini. tapi itu tidak membuat Gina sedih, sebaliknya malah ia sangat terangsang dengan kejadian ini. Kejadian yang tidak dapat terelakan lagi, tiada penyesalan sedikitpun. Gina memang meringis kesakitan tapi libido seks, perasaan nikmat ini tak dapat dibendung, ia merasa sangat merasa diawang awang langit ketujuh. Tampak darah menetes saat Abun mencabut penisnya, kemudian Abun mencoba lagi,

“Far-ahhh… jadi innnii pera ….wann??… enak…ya…”
Abun mulai mengenjoti vagina Gina yang dengan susah payah menampung penisnya, tampaknya Gina kewalahan, ia megap megap mencari udara. Abun tidak peduli, ia berkonsentrasi untuk mengeluarkan spermanya, Gina mendapati orgasmenya berkali kali, entah karena pengaruh hipnotis atau karena memang nikmat. Abun menindih Gina, sambil mengenjotinya terus terusan, Gina hanya bisa mendesah dikuping Abun. Anton tampak sibuk mencari cari uang cash yang tertinggal, tampaknya ia hanya ingin menguras harta benda Gina, taetapi bukan harta benda orang tuanya. Mungkin baginya itu cukup, ia mengambil seluruh bra dan cd Gina, baju baju yang menutup aurat di ambil ambilnya, dan ditinggalkan yang seksi seksi saja. Payudara Gina menahan berat badan Abun. keringat mereka berdua bercampur jadi satu. Telepon masuk, caller id menunjukan Surya hunny. Nickolas memberikan handphone tersebut ke Gina, ia menyuruh Gina untuk membiarkan pacarnya datang ke rumah.

“Hun… datang ya ke rumah engghh lagi enak aja nih… yah lu dateng aja ya.. gue tunggu” kata Gina.
“loh kok tumben, biasa gak ada bonyok lu gak mau gue dateng, ada apa nih gin?” jawab Surya
“ya pokoknya lu dateng aja… egghh gue lagi mau ketemu ama lu, ok?” kata Gina lagi

“Ya udah deh, bentar lagi gue berangkat kesana, sejaman lagi lah gue sampe.. thank u ya say” kata Surya sambil mematikan telephone tampak kegirangan

Dia berpikir pasti Gina lagi horny dan mau diajak untuk ml, dia pun bersiap siap berdandan, dan menyemprotkan wewangian di tubuhnya agar nanti bisa nyaman dengan Gina. Sedangkan di rumah Gina, Gina sudah orgasme ke 4 kalinya sedangkan Abun belum puas-puas juga, ia jilati punggung mulus itu, ia sapu keringat-keringat Gina. Nickolas kemudian memanggil 3 pembantu rumah tangga Gina, Surti Ani dan Jelita,

“oy kalian sekarang buka baju, kasih memek kalian ke mulut Gina, mulai sekarang apabila tidak ada keluarga Gina di rumah, hal ini adalah wajib dilakukan Gina, itu adalah bentuk penghargaan terima kasih Gina kepada kalian, dan kalian harus meminta hak kalian ini, begitu ada kesempatan. ayo lakukan!”
Maka ketiga pembantu tersebut berebutan menduduki kepala Gina, memaksa Gina untuk menjilati lubang vagina mereka, cairan cairan cinta pembantu rumah tangga, belepotan di bibir dan wajah Gina. Abun tampak makin kegirangan,

“wah banyak memek, memek pink, memek hitam ada 3”
Jelita yang berumur 18 tahun tampaknya bila dia orgasme, bentuknya adalah squirting, sehingga ia memuncratkan cairannya di dalam mulut Gina, yang langsung tertelan oleh Gina. Sedangkan Ani sang pembantu tua menggesekan vaginanya di jidat sang majikan. Dan Surti bergantian dengan Jelita untuk menikmati servis mulut dari Gina. Sementara Gina terus di genjot, Abun tampak ingin orgasme, dan tidak lama setelah itu Abun berejakulasi di dalam rahim Gina. Crrooott crrooottt crrooottt banyak sekali cairan sperma yang masuk ke dalam vagina gadis itu. Ketiga pembantu dipersilahkan pergi ke kamar masing masing, Abun kemudian berebahan capai di karpet, dan Gina bangkit bersimpuh membersihkan penis Abun, Abun sesekali menekan kepala Gina, tampaknya ia senang melakukan hal tersebut.

Liur Gina bertaburan di pangkal rambut rambut penis Abun dan di selangkangannya. Liur ini adalah liur orang tersedak. Tidak berapa lama ada bunyi bel, tampaknya Surya datang. Nickolas keluar membukakan pintu, sementara Gina masi mendeep troath Abun. Karjo hanya memerhatikan sambil sesekali memegang penisnya, tidak berani berbuat macam macam. Surya kaget dengan adanya Nickolas yang menyambutnya dengan menjulurkan tangan memperkenalkan diri

“nama saya Nickolas, saya tuan kamu, dan mulai sekarang, kamu akan dan hanya akan mendengarkan semua kata kata saya, kamu adalah seorang pria cuckoldy, yang rela wanitanya ditiduri apalagi dihamili oleh orang lain, kamu tidak akan punya kuasa akan Gina, tetapi kamu akan menikahinya, bertanggung jawab akan dirinya. kamu akan terangsang apabila ia menunjukan aurat tubuhnya ke orang lain, semakin banyak yang ia tunjukan semakin besar tingkat orgasmemu. apalagi apabila Gina tidur dengan orang orang kalangan bawah, kamu akan mendukungnya 100 % mensupportnya secara batin, dan meyakinkannya kapanpun juga. setelah ini akan ada pertunjukan menarik di hadapan kamu, dimana calon istrimu, telah di perawani oleh seorang idiot teman kami, dan kamu akan membersihkan tubuh Gina.”
Setelah itu Surya bagaikan orang yang punya pikiran polos dan aneh. ia masuk mengikuti Nickolas, ia dapati Gina sedang mendeep troath Abun.

Baca Juga Cerita Sex Kekasihku

“Surya, itu Abun, anton dan itu hansip kompleks ini. Pak hansip ini belum mencicipi tubuh Gina, dan dia sangat ingin sekali menikmati tubuh Gina, sayang tubuh Gina sudah belepotan mani pembantu rumah, dan keringat Abun serta liur liur nya, tugasmu, membersihkan tubuh Gina sebersih bersihnya dengan mulutmu, hisap habis apa yang tertinggal di dalam vaginanya, laksanakan sekarang!”
Maka Surya pun tanpa disuruh dua kali segera bergegas ke hadapan Gina, tetapi Gina menyuruhnya,
“Hun ini nih, penisnya Abun kotor, kena ludah gue, lu bersihin dulu gih selangkangannya, hisap abis ludah ludah gue disono” tampaknya Gina juga sudah dihipnotis untuk masuk menjadi kehidupan cuckold.

Surya menuruti Gina, ia telan habis ludah ludah yang berserakan di pangkalan penis Abun, tentunya ia tidak mengoral penis Abun (saya bukan gay, jadi tidak ada cerita itu) kemudian Surya merebahkan Gina sekali lagi dikarpet dan menghisap hisap bekas cupangan Abun, menghisap cairan yang belepotan di wajah dan kening Gina, kemudian turun ke ketiak Gina, payudara Gina, dan sampai ke daerah vaginanya ia sedot habis cream soup disana. Penis Surya menegang, ia tampak akan orgasme.

“Surya, sini sudah, kamu disini menyaksikan saja bagaimana Karjo menyetubuhi Gina ya, setelah selesai, nanti bersihkan lagi. tugas saya sudah selesai sampai disini, selamat tinggal. Karjo begitu kamu selesai dengan Gina, kamu akan keluar rumah, berpakaian hansip lagi, terus kamu akan lupa kejadian ini sampai nanti Gina yang akan memohon untuk disetubuhi kamu. Saya akan cari mangsa baru, setelah itu Gina kamu akan tetap begini, gila seks, cerpensex.com kamu akan suka mempertontonkan tubuhmu ke orang lain, terutama dari kalangan bawah, kamu tidak akan memakai bra dan cd lagi selamanya, dan karena kamu akan hamil, saya yakin kamu tidak akan haid. dan sampai saatnya tiba, saya akan memanggil kamu lagi, oh kalaupun sampai kamu haid, nah pada saat itu, Surya, aku minta kamu memohon ke pembantu rumah Gina, untuk meminjamkan cd bekas mereka ke Gina.”
Kemudian anton, yang gila harta, Abun yang gila seks dan idiot dan Nickolas yang ganteng dan punya kemampuan mentalist pergi mengeloyor begitu saja dengan avanza nya.
“Gina, nanti ada bagian kamu sama saya, bukan saat ini, akan ada saatnya, dan kamu akan menikmatinya di publik. ahahhaha” Anton yang belum kebagian, dan hanya kebagian harta Gina berkata demikian.
Sedangkan Karjo, dengan penuh nafsu mengenjot Gina yang kewalahan dengan aksi angkatan semangat 45 nya Karjo,

“wes wes wes akhirnya yang ditunggu datang juga….” teriak Karjo
Sementara Surya hanya dapat menonton aksi amoral Karjo sambil bermasturbasi. – Cerpensex

the end of part 1