CerpenSex

Cerpen sex versi Indonesia

The Mentalist 2

Cerpen Sex The Mentalist 2

Gina

Cerpensex | Selepas kepergian Nickolas dan kawan kawan, di rumah Gina, masih terjadi pergumulan hebat. Karjo yang sekarang dapat giliran, benar benar tidak dapat menahan lagi gejolak perasaan ingin mengauli Gina habis habisan.

“Non gina, ini cowo nya namanya siapa tadi?” tanya Karjo sambil memainkan tangannya di payudara Gina.

“Surya pak…” jawab Gina sambil melenguh keasyikan karena vaginanya diseruput oleh Surya.
Surya membersihkan vagina Gina dari sperma abun si idiot.
“Slurrrppphh… wangi bener say, ini lu…” Surya mernyeracau tidak jelas, karena mulutnya sekarang penuh dengan lelehan cairan kedua jenis manusia.
“Ini.. ini… sok jaim luh!! memek gitu!!” kata Karjo, Gina yang mendengar kata memek, seolah tubuhnya menjadi terangsang berlipat ganda, “aahhh pak Karjo… engghh”
“Oi sur, lu tadi gak ngeliat memeknya Gina diperawanin kan? nah sekarang lu gue kasi liat gimana kontol gue nembusin pantatnya cewe lu ini. siap siap loe!!” kata Karjo.
“Ahh iya terima kasih pak, saya bersyukur masi bisa liat ini” kata Surya membalas.
Karjo menempatkan ujung kepala penisnya pada dubur Gina, “uuugh seretnya, susah masuk ke..
“Sur.. jilatin dulu nih pantat cewe lu, jadi tar gue gampang perawaninnya” kata Karjo.
“I..iya sluupprhh cuih… sllpss sllpps”
“Uuhghh basah enak…” lenguh Gina, apalagi ketika Surya memasukan buku buku jari pertamanya ke dalam dubur Gina, agar sedikit lebih terbuka dan elastis.
“Eehgghh masih sulit, ayoo pelan pelan, nih non, isepin dulu kontol akang nih” perintah Karjo.
“Sllrrpph…” Gina mendeep troath penis Karjo sambil sesekali meludahinya, ludahnya menetes pada karpet lantai ruang tamu Gina, ludah tersebut langsung diseruput oleh Surya.
Setelah merasa cukup becek, maka Karjo memulai lagi usahanya,

“egghh akang pelan pelan kok neng..”
Surya yang melihat hal tersebut penisnya kembali berdiri tegak, setelah sebelumnya sebenarnya sudah sempat mengeluarkan sebelum menghisap habis sperma di dalam vagina Gina.

“AA yooohh” Karjo memasakan tenaganya,

“eegghhh pppakk…” Gina melenguh dalam posisi doggy style

Surya di samping kiri pantat memerhatikan usaha Karjo yang sedang memasukkan penisnya yang hitam dekil dengan sedikit uban pada bulu kemaluannya. Surti yang sekarang sudah keluar kamar, melihat kejadian itu langsung mengangkangkan vaginanya untuk dijilati oleh majikannya. Gina mengeluarkan lidahnya menjilati dan menghisap vagina pembantunya itu.

“AAAAAAAAAAAAAAAAaaaahhhhhhhhh….” teriak Gina tiba tiba, tampaknya kepala penis Karjo sudah bisa masuk.

Kemudian Karjo memaksakan lagi sedikit demi sedikit penisnya untuk masuk ke dalam anus Gina seutuhnya. Surya yang melihat itu, badannya sampai gemetar, mulutnya menganga lebar, saat liurnya hampir tumpah, ia menutup mulutnya dan menelan ludahnya sendiri, testosteronnya langsung dengan cepat memproduksi sperma mengisi kekosongan sementara sehabis mengeluarkan untuk dikeluarkan lagi. Karjo mengeluarkan penisnya dari dubur Gina, dan terdengar suara pop yang kencang,

“eghh..”Gina menundukan kepalanya, entah merasa kecewa atau lega.

“Akang coba lagi ya neng?” tanya Karjo yang diikuti dengan anggukan kepala Gina.
“Tapi sebelumnya, Sur, nih basahin lagi nih pantatnya, jadi tar akang gak sulit.. bener gak Sur?”
“Iya kang.” kata Surya yang langsung menurut untuk membasahi anusnya Gina.
“Nah gitu kan enak..” kata Karjo.
“Aahh ayo non, iya, jilat disitu… engghh enak.. ahhh ahh” croot croott cruutt serrr..
squirting si surti seperti selang air, membasahi wajah Gina majikannya dan menetes netes.
“UUUhhh…” Giliran Gina yang kembali merasakan ganjalan pada duburnya lagi.
“Ahhh seret.. enak tenan non, tadi kesempitan, sekarang enak…” ujar Karjo yang sekarang memompa semakin kencang dan keras.

############################################
Di mobil…..
“Asyik gila, makin manteb aja ilmu lu Nick, lu emang sahabat gue terbaik, nih gue ada koleksi semua nih cd cdnya Gina buat nih si Abun nyoli kalo lagi gak ada cewek haha, ini ada yang bekas bekas gitu lagi hahaha…. pasti Abun seneng, seneng ora Bun?” tanya Anton.
“Whe he he… iyaa… sehhnangkh… eehhknakkhh..” Ujar Abun.
“Ha ha… tenang aja, nanti kita cari lagi yang assoy, nih uda ada korban baru nih, namanya Jenny, istri seorang pengusaha muda yang sangat sangat dan sangat kaya, tinggal di apartment Da Vinci. besok kita ke sana.” ujar Nickolas.
“Anjrittt…. Tapi penasaran gue, sebenarnya lu dapet dari mana sih info cewe cewe ini, pertama Mariska, terus Evelyn, Gina, n sekarang kita menuju Jenny? hebat banget stock lu.. dapet darimana?” tanya Anton penasaran.
“Hmm untuk sementara itu masi rahasia perusahaan bro, tar lu juga tau sendiri.” jelas Nicholas.
“Yang lu perlu tau sekarang, kita sekarang akan menemui suaminya Jenny, gue minta lu orang hormat ke dia, dia itu… hmm bole dibilang segalanya buat gue, bukan hanya karena dia kaya, tapi dialah alasan kenapa kita ada. he is the best man.” Nicholas melanjutkan sambil tersenyum.
“Ok, atur aja lah, tapi cemana nih si Abun? mang bisa diatur nih anak? haha” jawab Anton.

“Gak masalah ton, dia pasti seneng sama Abun. haha”

#############################
Di rumah Gina…

“Hoooouuuff hooo.. gila… enakk…” teriak Karjo, “egghh iiyyaa.. eankk pak…” rintih Gina,
“apa? eank? eank apa enak?” tanya Karjo. “Enak pakk..engghh” rintih Gina lagi saat payudaranya diremas oleh Karjo.

“Hahaha… bagus semua enak” kata Karjo.
Surya tidak mampu menahan gelombang spermanya yang di puncak akhirnya,

“aahh gue keluar lagi yank.. ahh… ” crottt sperma Surya membasahi lantai marmer yang tidak ditutupi oleh karpet.
“Hahaha.. keluar die.. nih enakan keluar di pantat nih, ato memek, haha.. ugghh mau keluar gue” ujar Karjo.

Croottt… Karjo mengeluarkan di pantat pada semprotan pertama, kemudian ia keluarkan penisnya, ia colok di vagina Gina, dan croottt… kemudian dia keluarkan lagi penisnya dan menjambak rambut Gina, kemudian memasukan penisnya ke dalam mulut Gina, crott crot crottt..

“Uiihh asyikk…” suara Karjo yang memenuhi gendang telinga Gina dan Surya, seolah itu adalah compliment tertinggi buat mereka berdua.
“Bisa gitu ya pak? keluarnya.. ditahan tahan gitu, hebat..” puji Surya melihat kemampuan Karjo menahan nahan keluarnya sperma agar bisa keluar di tiga lubang milik kekasihnya itu.

“Itu akibat latihan bertahun tahun nak, hahaha” kata Karjo bangga.
Sementara Gina terkulai lemas dan bahagia bisa memuaskan dahaganya sendiri serta puas membuat tuan dan kekasihnya bangga akan dirinya.

############################
Di sebuah kantor yang megah…

“Permisi mbak, kami disini mau ketemu pak Andy” ujar Nicholas pada receptionis di sebuah perkantoran.
“Oh sudah buat janji? dengan pak siapa ya?” balas petugas receptionis tersebut ramah.
“Dengan Nicholas, dan sudah buat janji” jawab Nicholas.
“Ohh pak Nicholas.. ya ya.. silahkan pak langsung aja ke lantai 63, pak Nicholas sudah menunggu.” ujar sang receptionis dengan senyum ramah dan terpesona pada ketampanan Nicholas walaupun Nicholas tak sedikitpun menggunakan ilmu hipnotisnya.
“Selamat malam pak, ini ada tamu yang tadi bapak tunggu.” ujar seorang sekretaris yang anggun ke pak Andy.
“Oh ya, kasi masuk, terima kasih Candy, ya uda setelah ini kalau kerjaan semua dah ok, gak usah tunggu saya, kamu bisa langsung pulang.” Ujar Andy ke Candy.
“Oh iya pak, mari.” ujar Candy lagi.
“Yah, silahkan masuk ke dalam pak Nicholas.” kata Candy mempersilahkan Nicholas masuk.
“Wah wah pak Andy uda lama nih gak ketemu..” sapa Nicholas ramah.
“Ha ha.. gimana semua cewe cewe itu? bagus Nic?” balas Andy.
“Mantab pak, seperti biasa, keren abis…” jawab Nicholas, “oh ya pak, ini perkenalin Anton dan ini sepupunya…..” kata Nicholas memperkenalkan sambil bingung mencari dimana gerangan Abun, kemudian Nicholas menyikut Anton yang sedang terkesima dengan ruangan kantor yang megah tersebut.

“Eh egh.. iya selamat malam pak, saya Anton dan ini…” Si Anton pun mulai terkejut
dengan hilangnya Abun di sisinya.
Kring.. telephone intercom berdering, “Ya ada apa?” Andy mengangkat telphone tersebut, “ah begini pak, ini.. uh… EITSSS.. aduh maaf pak, maksud saya ini ada salah satu rombongan pak Nicholas, eng.. sedikit berbuat onar pak, jadi sebaiknya dibiarkan masuk ke ruangan bapak apa bagaimana?” ujar Candy.

Baca JUga Cerita Sex Lain nya di CeritasexTerbaru.Net

“Hm? Nick, ada satu lagi temen kamu di luar?” tanya Andy.

“Ah iya, benar, biar saya panggil dulu aja ya” ujar Nicholas, “gak, gak perlu, saya suruh Candy bawa masuk aja” kata And lagi.
“Ya, Candy, kamu bawa masuk aja ya… makasih” kata Andy, “baik pak.. uuhh..” kata Candy yang membuat kerut diantara alis Andy, berpikir ada apa gerangan.
Begitu pintu dibuka, Candy masuk diikuti Abun tetapi posisi Abun dipegangi oleh 2 security yang bertubuh sangat tegap bagaikan pasukan pengaman presiden, sambil posisi mencekik leher Abun.
“Maaf pak, habis si Abun nya berbuat onar, jadi terpaksa saya panggil security.” ucap Candy.
“ekk…ca.. keppp… hiks… ma…mau.. oookkhh sa sa kiitt” ujar Abun yang tercekik,

“saya permisi dulu pak” Ucap Candy buru buru sambil meninggalkan ruangan bersiap siap pulang ke rumahnya.
Setelah posisi aman, barulah Abun dilepaskan, tetapi kedua bodyguard berbadan tegap itu masih berjaga di dalam ruangan,

“udah, gak apa, kalian jaga di luar aja, disini bisa saya atur” perintah Andy ke kedua bawahannya tersebut,

“baik pak” jawab keduanya serentak dan meninggalkan ruangan tersebut.
Nicholas hanya diam memerhatikan segala yang terjadi di sana, sambil berpikir akan melanjutkan ke langkah mana, sedangkan Anton, bengong dan merasakan sedikit ngeri juga melihat hal tersebut, rupanya tampang ambon Anton tidak dapat menolong nyalinya.

“Okay.. to the point, dengan tanpa mengulur waktu lagi, jadi gimana? besok kalian siap? gue pengen istri gue jadi haus seks, bersedia main sama siapa aja, tapi dengan di bawah control gue. kemudian gue juga yang menentukan siapa siapa aja yang akan bersetubuh dengannya, jadi bukan sembarang orang, dan gue juga mau petugas petugas di apartemen gue tau. itu aja persyaratan gue, selebihnya udah gue persiapin buat lu orang cewe cewe beruntung berikutnya.” ujar Andy.
“Siap pak Andy, iya ini saya cuma datang untuk memperkenalkan calon orang orang yang akan memuaskan istri pak Andy. sesuai pesanan, beauty and the beast. dan saya cuma mengatur aja, tidak ikut terlibat di dalamnya karena sesuai juga dengan yang pak Andy ajarkan ke saya.”ujar Nicholas.
Sebenarnya Andy ini umurnya baru awal kepala 3, yaitu 30 tapi Nicholas memanggilnya bapak karena rasa hormat yang mendalam, sedangkan Jenny berumur 25 tahun, putih cantik dengan ukuran dada 34c.
“Kalau begitu saya permisi dulu pak… terima kasih, dan soal istri bapak, akan kami laksanakan.” ujar Nicholas berpamitan.
“Ah.. satu lagi, khusus untuk istri saya, saya minta, rekan kamu pakai kondom, itu saja.” kata Andy menambahkan.
“Baik” kata Nicholas sambil mengangguk dan bersiap pergi, sedang Andy dengan tangannya melambaikan pergi, sambil sibuk melihat documentnya.

############################
Malam harinya…

Andy pulang ke apartmentnya,

“papi pulang, tadi seharian kemana aja mi?” tanya Andy ke istri tercintanya ini.

“Oh tadi ke Grand Indo pi, sepupu mami yang tempo hari baru merrit itu pi, kan baru beli rumah, tapi belum pindahan, jadi tadi mami, ke Gi beli furniture, buat hadiah pi, sekalian tadi nonton ama temen temen mami.” jawab Jenny.
“Furniture? lah di bawah kan ada, bagus lagi, ngapain sampe beli disana?” tanya Andy.
“Iya sih, ada, tapi nggaklah, mahal pi, mending di Gi aja, klo yang di bawah mah buat yang special aja pi, hehe.. kok papi pulangnya malem banget?” tanya Jenny.
“Iya, tadi rapat, lama dan ketemu ama teman lama papi, hmm.. itu juga yang mau papi bicarakan…” kata Andy menunggu reaksi Jenny
“Hm? ada apa ya? misterius amat?” canda Jenny.
“Besok, fantasi papa jadi kenyataan, mami harus siap ya, besok papi dah siapkan orang orang yang tempo hari kita uda bicarakan.” kata Andy
………

###############################
Keesokan harinya…

“Uda siap lu ton? kali ini fokus ke cewenya, soal harta, dia bisa bagi langsung, lu gak perlu colong colong, ngerti brur?” kata Nicholas mengingatkan temannya ini, yang dijawab dengan anggukan kepala.
“Oh ya, gue mau tanya lu lagi, sebenarnya lu tau soal apartment Davinci ini gak?” tanya Nicholas.
“Taulah, mewah kan? itu sih yang gue tau, apartment 4M 5M gitu kan Nick?” kata Anton.
“Hahaha.. 4M-5M? haha… bearti lu gak tau soal apartemen itu bro, 4M 5M cuma dapet wcnya doank kali bro, payah lu.. itu apt daun pintunya aja bisa ratusan juta. belum full furnish, barang art bermerek semua tuh, dan buat si Andy punya di lantai 33, gue perkirakan kurang lebih 70M kali ton.” kata Nicholas, yang langsung membuat mulut Anton tak bisa menutup.
“Yuk berangkat kita” kata Nicholas.
Sesampainya di bawah, bahkan Abun pun bisa berkata, “bagussss… besarrr… cantikk gedungnya…”
Suasana gedung yang dihiasi berbagai ornamen antik serasa berada di Vatikan memang sangat mengukuhkan bahwa inilah apartment mewah untuk para expat kelas atas. Dengan menggunakan private lift, langsung menuju ke lantai 33.

Cerpen Sex The Mentalist 2 4

Jenny

###################################
Di dalam flat

Jenny menunggu dengan gelisah, pembicaraan Andy kepadanya sesungguhnya sangat membuat dia bingung, sedikit mengusik pikirannya, sebagian dirinya ingin menolak, tetapi bagian lain dirinya berbicara untuk mencoba,

“hitung hitung sebagai pengalaman seks yang baru” batinnya menenangkan dia.
Begitulah nasib, apakah ini disebut orang kaya yang tidak bahagia? Belum tentu seperti itu, tidak bahagia apabila anda memikirkan pemaksaan yang dilakukan Andy adalah perbuatan tidak menyenangkan, tetapi bagaimana kalau anda berpikir, justru dikarenakan hidup hanya sekali, sebaiknya mencoba sesuatu hal yang baru, sebuah petualangan seks yang tidak akan terlupakan? Yang dilakukan Andy terhadap istrinya adalah sesuatu yang harus dipilih oleh istrinya sendiri, memang ia tidak bisa mengelak lagi untuk ditiduri pria lain, tetapi yang bisa dilakukan Jenny adalah berpikir ini sesuatu yang menyakitkan dirinya, yang akan membuat dia tidak bahagia, atau dia bisa berpikir hooray, this is life, and apapun yang akan dipersiapkan suami saya nanti adalah sesuatu yang mengelitik batin, sesuatu yang bisa membuat perasaan perasaan seperti dialiri listrik, sesuatu yang diidam idamkan siapapun itu juga, prinsip hidup harus bisa difleksibelkan, agar supaya segala sesuatu yang kita lakukan, segala sesuatu tingkat strata kehidupan, jenjang sosial yang kita dapati, tetap membuat kita bahagia. Dan itulah yang disadari oleh Jenny, maka ia lebih memilih untuk bahagia, bahagia dengan pilihan suaminya. Itulah yang dipikirkan Jenny, lagipula kenapa tidak dicoba, seks itu sesuatu yang indah bukan?
Ting…. suara lift sampai pada lantai 33. Menandakan sebentar lagi pintu lift akan dibuka, karena biasanya memang lift untuk apartment ini bunyinya sampai dulu dan beberapa saat kemudian baru pintu liftnya terbuka. Jenny dengan pakaian kimono sesuai pesanan sang suami, dengan hati berdebar menyambut kehadiran tamu, pintu lift terbuka, Jenny bertatapan langsung dengan Nicholas yang juga tampak sedikit terkejut, kontak mata terjadi di antara mereka. Nicholas memang berdiri paling depan, di sampingnya adalah Anton dan dibelakang Nicholas Abun. Tampaknya Jenny cukup senang dengan pilihan Andy, tetapi dari belakang Nicholas, Abun menolehkan kepalanya ke kiri karena pandangannya terhalang baju hood Nicholas,

Deg!~
“Caaaan… tikk…” Abun berujar sambil meneteskan liurnya, dan dalam sekejab Abun langsung menyerbu Jenny yang masih terpesona oleh ketampanan Nicholas, tubuhnya terlempar ke belakang dan menubruk dinding di belakangnya, membuat Jenny tersadar akan lamunannya,

“auhh.. nggak… nggak mau yang ini… iihh.. nggak mau di sini.. tolong..” teriak Jenny merasa jijik, tubuhnya digerayangi oleh manusia idiot yang berusaha menciumi wajah dan leher jenjangnya, di depan lift pula.
Nicholas langsung mengamati lokasi sesaat, sedangkan Anton berusaha menghentikan Abun sesaat,
“Abun… bunn… jangan di sini bun…ayooo.. masukk bun… weih gak denger nih anak.” kata Anton seperti memerintahkan seekor anjing,

“Ton, lewat sini ton, ayo giring mereka ke dalem sini.” kata Nicholas sambil membukakan pintu.
Anton dengan tubuhnya yang besar, membuka kedua tangannya lebar lebar membentuk bujur mendorong keduanya dengan dadanya agar masuk ke dalam ruangan. Jenny yang terjepit kepalanya berkali kali terbentur bentur dada Anton, dan membal ke mulut Abun yang memeluknya sambil cekikikan kesenangan. Begitu masuk ke ruangan, pertama saja (gang yang driver’s room nya, bisa dilihat di denah) Anton sudah merasakan kemewahan apartment ini, Anton sebenarnya langsung tergelitik untuk melihat lihat suasana apartment, tapi tampaknya ia mengurungkan niatnya, dan terus mendorong kedua insan ini ke dalam ruangan lain yang pintunya sudah dibuka oleh Nicholas, dan sesampainya di sana Nicholas cukup bingung untuk menuju kemana lagi, lalu ia asal buka saja pintu terdekat yang ternyata kamar yang tampaknya diperuntukan untuk pembantu,

“ya udah udah, di sini ajalah, asal ada kasur, kasih Abun dulu biar bisa mikir jernih tuh anak” kata Nicholas.

“Asyeeekkk… enakkk…. hmummpph hummph” peluk Abun sambil menghujamkan wajahnya ke leher jenjang Jenny.
“IIIsss.. Nggak… Gila nih.. Waduhhh… bangsattt… Anjinggg…”
“Uda.. nikmatin aja, belum ngerasain udah ngedumel aja ni, ci. gini gini sepupu gue mantap ini di ranjang, wes ini ganti gue.”

Kunjungi JUga CeritaSexHot.Org

“Ha ha.. wes wes.. kayak Jowo aja lu Ton.”
“Huahahhaa.. gak apa donk, Ambon kan deket deket pulau Jawa.”
“Ngentot, deket dari mananya tau.. haha ya wes tar abis si Abun lu dah, lu sekarang mo keliling dulu ya? ya uda, tapi inget jangan colong barang, gue juga mau keliling liat liat dulu, Bun, tinggal dulu ya, Jen nikmatin aja ya, kita mau liat liat lokasi dulu hahahhaa”
“Nggak gak jangan tinggalin aahhh ngggakkk” Jenny masi berusaha memberontak, “uuuhh.. ja.. ngan.. kab.. ur Jen.. sama A.. bun yaaa?”
Raut muka Jenny langsung pucat mendengar tutur kata Abun, sedangkan Nicholas dan Anton lalu menutup kamar pembantu tersebut, dan mulai berkeliling untuk melihat lihat ruangan tersebut. Jenny berpikir, tidak ada gunanya berontak, lebih baik nikmatin saja, tapi bagaimana, sekarang bukan Nicholas yang akan memperkosanya, tapi mahkluk jadi jadian seperti ini, tetapi perlawanan Jenny melemah, ia pasrah saja, walaupun hati kecilnya merasa jijik, terutama saat liur Abun menetes netes di kimononya. Abun kemudian membuka kimono Jenny,

“cantikk… baguss.. dadanya… putihh.. kenyal… kayak yuuu piiiiii…”
“Fuck! anjrit nih orang, rasanya mau gue bakar bakarin mukanya, gue cincang cincang” Jenny berpikir, tapi cepat cepat ia singkirkan pikiran itu dan menggantikannya dengan,

“udahlah, coba dulu lah, bangsat lu Dy. anjing. kasih gue ginian.”
“Slurrpphhhh.. wangi enak… emmhh… ” sedot Abun pada payudara Jenny,

“yah wangilah, emang dah gue siapin kok tadinya, tapi bukan buat elo!!” kata Jenny dalam hatinya, tetapi Jenny mulai bisa merasakan kenikmatan sedotan Abun,

“mmmhhh..” lenguh Jenny, “sial, enak juga” kata hatinya.

Abun memeras payudara Jenny seperti memeras sapi perahan, keras kencang dan diurut, tetapi tampak Jenny menikmati perlakuan kasar Abun, tampaknya Jenny sudah bisa mengendalikan emosinya dan mulai larut dalam apa yang direncanakan semula. Abun kembali menjilati leher jenjang Jenny, ia nikmati pori pori kulit Jenny yang putih mulus, ia jilati peluh peluh keringat Jenny dari pemberontakan sesaat, dan karena ini di kamar pembantu jadi tidak ada AC, membuat suasana yang panas makin panas saja, apalagi dengan ditindih tubuh Abun, keringat Abun berjatuhan ke tubuh Jenny. Abun kemudian melepas celana dalam cream milik Jenny, ia jilati paha bagian dalam Jenny, kemudian menuju vagina Jenny, membuat si empunya melenguh keenakan, Jenny kini meremas remas kepala dan rambut Abun, Jenny mengankangkan kakinya seperti kodok dengan kedua tangan yang menahan kepala Abun pada vaginanya. Abun menyeruput dengan ganas, dan tanpa harus dihipnotis seperti korban korban sebelumnya, tampaknya Jenny mampu menikmati pergumulan ini,

“akh akh…” tubuh Jenny kejang kejang seperti tersetrum listrik bervoltase rendah, jreett jreett… cairan surgawi Jenny mulai menyemprot nyemprot mulut Abun, kemudian Abun naik ke atas kembali untuk mencumbu Jenny dan mereka bertukar liur.
Jenny kemudian menjilati cuping kuping Abun, menjilati leher dekilnya, dan kemudian menurun ke arah bajunya, dan Jenny mempreteli baju Abun, setelah itu Jenny menciumi dada Abun dan menuju ke pusarnya dan mulai membuka ikat pinggang Abun, kemudian meloloskan celana Abun berikut celana dalamnya, dan kemudian mulai memasukan penis Abun ke dalam mulutnya. Sllppss ssllpp leppp lepp…. Ada terasa sedikit bau, tetapi itu justru membangkitkan gairah Jenny, vaginanya makin dibajiri oleh cairannya seiring ia menghisap penis Abun. Setelah dirasa cukup basah, maka Jenny mulai mengarahkan penis Abun ke dalam vaginanya, penis besar tersebut agak kesulitan untuk memasuki lubang sempitnya Jenny, tetapi karena cairan vagina Jenny dan liur yang cukup membasahi penis Abun, maka usaha Abun tidak begitu kesulitan, dengan sebuah dorongan keras.

“AAAjhhhhh….” teriak Jenny, “He eh.. semmmm..prittt…he he hengh” Abun keasyikan.

Sementara di luar,

“Dah masuk tuh kontol, haha, da tereak tuh cewe. pasti asoy tuh, nanti pas gue lebih asoy lagi, hahaha, tapi gila Nick, gede bener nih apartment, bukan cuma gede, bagus banget ya.. kapan ya gue bisa kayak gini?”
“Haha, dunia itu da dibagi bagi bro, santai aja, yang penting hidup berkecukupan, duit ngalir terus, dan lu enak, bisa ngewein cewe cewe ini, lah gue? di forbid gue.”
“Emang klo lu ewe lu bakal kenapa sih?”
“Hmm.. susah lah bro, yang paling jelas, gue bisa keilangan ilmu ama luck gue,” kata Nicholas (tapi tentunya alasan paling utama, gak bisa di publish di kbb ntarannya klo dimasukin, haha.. apalagi awal awal gini, haha)
“Ooh gawat juga klo gitu, hmm gila ini gak abis abis dijelajahinnya bagus yak, itu ruang utamanya ya? yuk ke sana, buset ruang tamunya gede juga ya, lukisannya bro, kelas atas nih”
“Uuugghh… ayoo ayoo, pompa lagi, uuh shit shitt” erang Jenny.

Keringat makin memenuhi tubuh mulus Jenny, Abun kemudian melepas penisnya, ia balikan tubuh Jenny, dan menembuskan penisnya dari belakang, sambil menjambak rambut Jenny.

“UUngh oungh.. ueeeeeek? enak? ueeknakk ooo..” tereak Abun.

Jenny sudah orgasme 3 kali pasca persetubuhan ini. Kemudian Abun memeluk pinggang Jenny, menempelkan dadanya yang berkeringat ke punggung Jenny yang juga berkeringat, tampaknya Abun menunjukan tanda tanda akan mengeluarkan, badannya bergetar,

“eegh ehhgg huaahhhh HUAAH LAHHHRRR….” Abun menghujamkan penisnya keras keras ke dalam rahim Jenny, diikuti semprotan sperma yang tidak lazim banyaknya.
“Anjrittt Tonnnn…. gue lupa… bangsattt… tadi suara Abun ya? kondom ton kondom… semprul” kata Nicholas panik, berdiri dari sofa ruang utama.
“Wettzz setan.. setannnn. ayoo” kata Anton sambil berlari menuju ruang pembantu.

Begitu sampai, Abun terlihat terkulai kesenangan, dan Jenny basah mandi keringat, seumur umur mungkin ini keringat terbanyak yang pernah ia keluarkan, dan dari dalam vaginanya keluar lelehan cairan putih cream,

“waduhh gawat gawattt…. da telat Nick” kata Anton sambil menarik Jenny berdiri,

“ayo ayooo…. sini saya bersihin dulu” Jenny dimandikan di kamar mandi pembantu, bagian vaginanya dicuci bersih, dikeluarkan sperma spermanya,

“duhh gila lu orang, apa-apaan sih, gila capee nih… hergh.. emang… engh..hm…temen lu penyakitan?” kata Jenny mengeluh, karena sudah kecapaian.
“Bukan, bukan penyakitan, cuma masa bu Jenny mau?” kata Nicholas menjelaskan,

“gue bukan mau apa kagak, cuma cape, udah-udah, gue bersihin sendiri, duhh disini lagi.” kata Jenny cemberut karena dibersihkan tubuhnya oleh Anton dengan kasar.
Jenny jalan sempoyongan menuju kamar mandi utama, sambil merasa sedikit teler, sesampainya di kamar mandinya sendiri, ia mandi sebersih bersihnya, walau agak enggan menggerakan tanggannya ke tubuhnya karena sudah sangat lelah. Matanya sudah sulit untuk dibuka, padahal jam baru menunjukan pukul 2 siang. Setelah mandi bersih, dan setelah mengeringkan badannya ia rebahkan tubuhnya di kasurnya yang empuk dan nyaman.
“Hm, waduh, Nick, sekarang giliran gue nich, lu beli makanan dulu deh buat kita kita, gue garap dulu, mumpung baru mandi, hahhaa.. kondom dah pasti dipake donk” kata Anton.

“Hm.. enak lu ya. ya dah gue pegi dulu” kata Nicholas sambil berlalu.

Ia sempat menengok ke kamar pembantu, terlihat Abun masi tiduran dengan nyenyaknya. Sambil menggelengkan kepala dan tersenyum ia pergi meninggalkan mereka untuk membeli makan siang. Anton kemudian masuk ke kamar utamanya,

“Jen, sekarang giliran gue nih, yuk…” kata Anton sambil duduk di ranjang Jenny dan mengelus punggungnya yang polos,

“hgg? lagi? capee..” kata Jenny sambil bermalas malasan.

“Iya lagi Jen” kata Anton sekarang sambil mengecup rambut Jenny, kupingnya, lehernya sambil meraba raba punggungnya, kemudian menindih tubuhnya yang masih berpakaian kaos oblong dan celana bahan, kepala tali pinggangnya menyentuh pinggang Jenny membuatnya sedikit tersentak karena dinginnya besi kepala tali pinggang tersebut.
Tangan kanan Anton sekarang meraba dan meremas remas buah pantat Jenny sambil terus mencumbui pipi Jenny, mau tak mau Jenny mulai bangkit gairahnya, ia balikkan tubuhnya sendiri kemudian dengan nafas berat ia raih bibir Anton dan mereka bercumbu dengan sangat mesra sekali, ia raih payudara Jenny dan diremas remasi pelan, mereka tidak melepaskan tautan ciuman mereka, berciuman dengan sangat mesra sekali sambil tangan Anton mulai menuju ke pinggangnya, ke pahanya dan kemudian ke vaginanya, ia colok colok dengan jarinya, walaupun agak sulit mengingat posisinya yang sedang berciuman. Akhirnya setelah ia lepaskan ciumannya, jarinya mulai lebih aktif di vagina Jenny, ia colok colok dengan kedua jarinya, kemudian ia keluar masukan pelan pelan agar Jenny siap, setelah cairan precum wanitanya keluar, maka Anton mulai mengocoknya lebih keras dan keras, alhasil cairan kewanitaan Jenny mengucur deras membasahi kasurnya, apalagi Jenny punya semprotan orgasme yang mungkin tidak terlalu kencang tapi termasuk squirting. Kemudian Anton berlutut di depan muka Jenny yang sedang tiduran, ia masukan penisnya ke dalam mulut Jenny yang agak kewalahan karena besarnya penis Anton dan tampak mulutnya agak kelelahan. Anton yang merasa kasihan, lalu hanya sesaat penisnya dioral, lalu menuju vagina Jenny, setelah memasang kondomnya dengan benar, lalu ia mulai memompa Jenny,

“aahh.. enak…”kata Jenny begitu kepala penis Anton masuk ke dalam vaginanya.

Mereka kembali berciuman, saling bertukar liur, saling membelitkan lidahnya, seolah ingin menunjukan lidah mana yang lebih mendominasi mulut lawannya.
Pompaan penis Anton makin intens, dan di ranjang empuk dan berAc ini, Jenny lebih bisa menikmati persetubuhannya, karena lebih nyaman. Anton terus mengenjot vagina Jenny tanpa ampun.

Tidak berapa lama, Nicholas pulang sambil membawa makanan, rupanya Nicholas hanya membeli makanan dari foodcourt di bawah apartment. Saat masuk, tampak Abun mulai mengucek ngucek matanya,

“AyoBun, makan dulu, nanti abis ini kita pulang” ajak Nicholas.

“Puuu langgg? Ma.. kan apa?” tanya Abun.

“Iyalah pulang, emang Abun mau nginep sini? uda makan aja, jangan banyak maunya, nih, tar yang 2 lagi buat Jenny ama Abang loe”
Abun tidak menjawab, hanya mengamati sumpitnya setelah diberi oleh Nicholas, dan Nicholas memerhatikan kejadian itu

“Jee… diliatin, emang lu mau makan tuh sumpit? dah sini duduk di meja makan sini, ayoo… makan dulu Bun”

Abun menuruti dan duduk di meja makan,

“Nyong dimana?” tanya Abun pada Nicholas.

“Hm? Nyong? Nyong apaan lagi? Nyong siapa Bun?” maksudnya Nicholas menanyakan Nyong itu siapa, tapi Abun menjawab,

“Nyong Anton dii.. mana?” rupanya Nyong itu adalah Abang dalam bahasa Ambon.

“Oh Anton? Apa sih, Nyong nyong an? itu di kamar lagi ama Jenny, uda lu makan dulu aja”
Sedangkan Anton sedang dengan posisi Jenny tiduran menyamping dan Anton mengagahinya dari posisi menyamping juga, untungnya penis Anton besar dan memang menurut pakar Dr H, posisi ini memang sangat sulit jikalau si empunya penis tidak panjang miliknya. Dan bahkan dalam posisi tersebut penis Anton mampu menyentuh dinding rahim Jenny, ia genjot terus terusan, dalam keadaan ruangan ber AC saja keringat mereka bercucuran, dan Jenny juga mendapatkan orgasmenya 2 kali, belum termasuk squirting dengan jari. Setelah merasa puas dengan posisi tersebut, Anton membalikan tubuh Jenny menjadi terlungkup dan memasukan penisnya.

Payudara Jenny menekan spring bednya dan perut Anton di punggungnya. Anton memegang jari jemari Jenny, ia terlentangkan kedua tangan Jenny lebar lebar, sambil jari
jarinya dan jari Jenny bergesekan satu sama lain, ia gengam tangan Jenny kuat kuat, sambil terus memompa vagina Jenny yang dibanjiri cairan vaginanya yang harum. Tanpa mereka sadari, Abun dan Nicholas yang sudah selesai makan, duduk disofa dalam kamar tersebut, Abun tampak menikmati pemandangan itu sambil mengisi energinya. Nicholas yang hanya mampu mupeng, tidak dapat berbuat banyak. Abun memerhatikan penis Anton yang menyeruak masuk ke vagina Jenny dengan seksama, vagina Jenny dibuat kembang kempis dengan lesakan penis Anton yang kuat dan berurat.
“Ahhh enak bangett… ton.. aku mau keluarr lagi.. ughh..” kata Jenny. “Ayo keluarin, beta juga da mau keluarr. enghh” kata Anton.Cerpensex
“Wah ambonnya keluar dia” kata Nicholas meledek, Anton cukup kaget dengan kehadiran mereka.
“Ohh. lu orang, hmmm gila enak banget nih memek, haha.. gue suka.. nih Bun lu perhatiin, ini namanya kondom, gini fungsinya” kata Anton ke Abun sambil terus mengenjot Jenny.

“Ahhhh keluar aku…..enakkkh” kata Jenny sambil badannya bergetar orgasme, tapi Anton tidak melonggarkan genjotannya, dan spassllhh pas penisnya ditarik, Jenny mengucurkan cairan orgasmenya, seperti air mancur, menyemprot agak kencang, Anton kemudian melepas kondomnya dan mengocoknya di mulut Jenny,

“gak bole keluarin di vagina ya keluarin di mulut… bole donk? haha” kata Anton sambil mengarahkan spermanya ke mulut Jenny, dan Jenny menelannya perlahan lahan.
“Wuih Asoyy bener, Ha ha… puas gue, mana makanan gue bro?” tanya Anton.
“Tuh disana, ya da lu makan dulu, bis itu kita balik”
“Hm…Ab..Abun.. mau lagiii.. ha ha..” kata Abun yang langsung melompat ke ranjang membuat mereka agak terkejut.

“Hoyy.. gila, maen langsung lompat aja, buset dah nih anak, pake kondom dulu, nih nih, pake sendiri. Atau Jen, bantuin pake tuh” kata Nicholas.
“Ha? Lagi? Enggh.. ya sini..” kata Jenny dengan mata sedikit mengantuk kecapean.
Anton menuju meja makan, menyantap makan siangnya.

“AAh.. gila, seru abis hari ini, hahaha.., puas puas puas” kata Anton.
Setelah memasangkan kondom pada penis tegaknya Abun, Abun yang tidak sabaran lagi, langsung memasukan penisnya ke vagina Jenny, dan ia langsung memulai genjotannya, sedangkan Nicholas yang tidak mau menyiksa dirinya lebih lama untuk menyaksikan pergumulan panas ini, memilih untuk meninggalkan tempat tersebut menuju tempat Anton. Abun melihat jari jarinya sesaat, kemudian mengamati telapak tangannya sendiri, dan setelah itu langsung plok mencangkup payudara Jenny, cerpensex.com sambil mulutnya yang satu lagi mencaplok kembarannya. Jenny yang sudah berkali kali keluar, birahinya sulit untuk diturunkan, maka ia dengan mudahnya orgasme berkali kali, sedangkan Abun yang sudah terangsang juga dengan agak cepatnya ingin mengeluarkan, dan tidak seperti biasanya ia ingin keluar begitu cepat. Abun menghentakan penisnya agak kasar kali ini sambil meremas remas gemas pada payudara putih dan montoknya Jenny, dan sesaat dia mau keluar, ia cabut penisnya, ia lepaskan kondomnya dan kemudian memasukan lagi penisnya ke dalam vagina Jenny dan croott crroot crooott…

“EEEeehh…nakkkk seeekaaa lliii… mannn tabbb dannn…” Abun tidak meneruskan kata katanya.

Baca Juga Cerita Sex Karyawanku

“Ih? kok gini ya? bodolah” kata Jenny dalam hati, bingung dengan kelakuan Abun melepas kondomnya.
“Wah Abun dah keluar tuh, haha, kaget dia kali ya, keluar di dalem karet gitu haha.. biar kasih pengalaman deh bro buat dia” kata Nicholas.
“Ha haha.. bener bener kata lu, eh gue ada ide, dia kan keluarin di kondom tuh, kita suruh Jenny minum tuh sperma dari kondomnya aja, gimana ide gue bro?” tanya Anton.
“Wahhaha.. gile juga luh, gak dapet masuk di memek, masuk ke mulut ya? ya dah terserah lu, yuk ke sana sebelum si Abun panik ama tititnya hihihi” kata Nicholas.

Begitu mereka masuk, dan mendapati penis Abun tidak mengenakan kondom lagi dan lebih lebih di vagina Jenny keluar cairan putih cream lagi, mata mereka berdua membelalak.

“YA AMPUN BUJU BUNENG.. NGENTIT NGENTIT. DIKELUARIN DI DALEM LAGI.. ASU BENER.. NGEHEE!!! NGEHE LU BUN NGEHEE. BENERR… YANG LAIN BOLE LU KELUARIN DI DALEM, JANGAN YANG INI. WAH ILAH…” kata Nicholas
“wah wah gue bingung deh ini, aduh gila mana da jam segini lagi, wah udalah, uda gak sempat lagi nih, uda lu mending tarik Abun pulang deh ton, ini gue urus.”
“Bun bun.. geblek, kenapa dilepas sih kondomnya? hah?” tanya Anton.
“Ta… tadi nyong kan lepas. Pas keluarkan leee pass.. abun juga lepppass.. Abuunn be..la….jarrr”
“Berat deh ini orang, ya uda uda, yuk pulang lah lu”
“Jen.. dengar saya ya.. ini kalau kamu ditanya sama suami kamu, pak Andy, bilang ini adalah kemauan kamu, dan bilang ini adalah sperma Anton, bukan Abun, karena kamu sudah tidak tahan dan ingin mencoba sensasi baru. Dan setelah ini, kamu akan bermesraan dengan pak Andy kembali, ok? yak balik ke normal sekarang, sampai pak Andy pulang dan cuma itu saja yang saya sampaikan.” kata Nicholas yang mau tak mau mengeluarkan jurus hipnotisnya, dan setelah memegang bahu Jenny dan yakin bahwa Jenny sudah mengerti apa yang diperintahkan maka Nicholas pun segera meninggalkannya. Sebelum pergi,

“oh ya Jen, makanan kamu ada di meja makan, silahkan makan dulu” kata Nicholas.

“Hm.. oh iya makasih.”kata Jenny dengan senyum yang sangat puas, dan tetap terkesima dengan ketampanan Nicholas.