CerpenSex

Cerpen sex versi Indonesia

Black Note 2

Cerpen Sex Black Note 2

Cerpensex | Seminggu terakhir masyarakat dihebohkan dengan serangkaian berita mengejutkan yang menghiasi hampir seluruh media cetak dan elektronik. Dimulai dengan berita tewasnya mantan suami pedangdut Kristina yang juga tersangka korupsi Al Amin Nasution. Ia tewas di dalam penjara karena serangan jantung. Setelah itu serentetan berita kematian para koruptor dan penjahat kelas kakap hampir setiap hari muncul di media. Ada yang mati karena serangan jantung, dibunuh atau pun kecelakaan. Polisi tak menemukan keterkaitan antar kematian beruntun tersebut meski sempat merasa janggal dengan waktu kematian yang berdekatan. Berbagai spekulasi beredar di masyarakat. Ada yang menganggapnya santet, karma, azab, bahkan pertanda kiamat sudah dekat. Dari dunia selebritis pun muncul beberapa berita menghebohkan dengan berita perampokan di rumah keluarga Azhari. Selain membawa barang berharga dan sebuah mobil, para perampok itu juga memperkosa Sarah dan Rahma Azhari yang kebetulan sedang ada di rumah. Komentar nakal lantas berkembang bahwa Sarah dan Rahma pastinya lebih menikmati pemerkosaan itu dibanding si pemerkosanya sendiri. Namun yang paling banyak mendapat perhatian adalah berita menghilangnya penyanyi Mulan Jameela setelah melakukan show di Kalimantan. Tiga hari kemudian ia ditemukan di tengah perkebunan karet dengan kondisi yang mengenaskan tanpa selembar kain pun menutup tubuhnya. Menurut keterangan polisi, Mulan mengalami penculikan dan pemerkosaan. Polisi kini sedang melakukan pengejaran terhadap 10 orang pelaku yang identitasnya sudah diketahui. Sementara itu pembalap Tinton Soeprapto sangat terpukul karena kematian kedua anaknya Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto yang tewas karena overdosis narkoba ketika berpesta merayakan bebasnya Ananda dari dakwaan penganiayaan (setelah mengeluarkan banyak uang, waktu dan tenaga menyuap sana-sini). Masalah demi masalah yang terkait dengan anak-anaknya, ditambah lagi kematian mereka yang sangat memalukan membuat Tinton menjadi gila, ia mencoba bunuh diri namun berhasil digagalkan. Sejak itu pria tua itu dimasukkan ke rumah sakit jiwa, dikurung dalam ruang isolasi dengan jaket pengaman. Sesekali ia sering tertawa-tawa sendiri, tapi kadang ia menangis meraung-raung seperti anak kecil, kadang ia juga berteriak-teriak sendiri

“Mereka adalah aset bangsa…aset bangsa…tidak mungkin mereka begitu…kalian dengar itu!! Hahahha!!”

Hampir tidak ada yang bersimpati pada nasib keluarga itu, malah banyak orang semakin mencibir pada mereka. Banyak yang beranggapan semuanya adalah karma yang harus ditanggungnya atas dosa-dosa Tinton di masa lalu.
‘K’ menyaksikan berita di Tv dengan serius tanpa ekspresi. Satu cup besar es krim di tangannya telah lama mencair karena sedari tadi hanya diaduk aduk saja. Di dekatnya berdiri dua orang berbadan besar layaknya petinju , berwajah dingin dan sadis , kepala plontos dan sama sama berpakaian serba hitam ala bodyguard. Dilihat sepintas mereka seperti kembar (mungkin juga benar) yang membedakan hanyalah tinggi badan saja.

Yang bertubuh sedikit lebih pendek adalah ’7′ (seven) dan yang tinggi adalah ’11′(eleven). Mereka semua (‘K’ , ’7′ , ’11′ )adalah bagian dari kelompok rahasia yang selama berabad abad , memelihara , menjaga dan memberikan ‘black note’ pada orang tertentu yang dianggap mempunyai potensi besar membuat sejarah. Menurut ramalan jayabaya , pada suatu masa kelak, nusantara akan menjelma menjadi pusat kekuatan dunia dan penguasa dunia. Untuk itulah kemudian para sesepuh negeri ini berkumpul dan sepakat membuat sebuah buku wasiat yang sekarang disebut ‘black note’.Tujuannya adalah untuk membantu menciptakan sebuah negeri yang ideal , dimana kebaikan dan kejahatan seimbang. Itulah sebabnya ‘black note’ mempunyai dua fungsi , sex dan death. Setiap pemegang ‘black note’ bebas menggunakannya untuk apa saja , kebaikan atau kejahatan , selama diperhitungkan dengan matang resikonya. Para sesepuh sepakat jika yang memegang ‘black note’ adalah orang lain yang tak ada hubungannya dengan mereka. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi perseteruan dan pertumpahan darah antara mereka maupun keturunan mereka kelak. Tugas mereka hanyalah mengawasi penggunaannya dan mengingatkan jika ‘black note’ digunakan secara berlebihan. Ken arok menjadi orang pertama yang memegang ‘black note’ . dan selama ratusan tahun black note terus berpindah tangan. Banyak peristiwa sejarah Indonesia yang terjadi karena ‘black note’ ( meski tentunya tak banyak yang tahu ). Dimulai dari berdirinya Singosari, Pertempuran ARU, Pertempuran 10 November , G30SPKI , kerusuhan Mei 98 dan banyak lainnya. Dan selama ratusan tahun itu pula ‘black note’ untuk pertama kalinya hilang.

‘K’ meneguk habis es krimnya yang mencair lalu melangkah menuju meja diikuti oleh ’7′ dan ’11′. Di atas meja berjajar rapi foto foto 3R dari orang-orang yang diduga menemukan ‘black note’.

”jadi ….apa ada petunjuk baru….??” Tanya ‘K’

’7′mendekati meja , “berdasarkan petunjuk yang kami dapatkan , dipastikan ‘black note’ hilang di sekitar hotel tiga melati… “. Ia memisahkan tiga buah foto , ” dan itu artinya kemungkinan besar ‘black note’ ada di tiga orang ini…”

‘K’ mengambil tiga foto itu dan membaca keterangan di baliknya.

Baca JUga Cerita Sex Lain nya di CeritasexTerbaru.Net

“Sunaryo, tukang parkir…… Doni Alamsyah , malam itu melabrak pacarnya yang selingkuh…….dan Bambang Sudibyo , waktu check in dan check outnya hampir bersamaan dengan Indra….”

Indra adalah pengusaha sukses yang sebelumnya diberi kepercayaan untuk memegang ‘black note’. Namun karena teledor buku itu hilang dan indra pun harus menebusnya dengan nyawanya.

“jadi sekarang bagaimana , boss ’K’…??”

“jangan buang waktu lagi….kita selidiki tiga orang ini…..” jawab ‘K’

“baik boss….kami siap…..”

“lalu tentang Joker…..apa dia sudah muncul…..??”

’7′ dan ’11′ saling berpandangan lalu salah satu dari mereka menjawab,

“sepertinya belum boss….kita belum melihat indikasi ia muncul…..”

’K’ menghembuskan nafas panjang. Ada dua hal yang dikhawatirkan jika ‘black note’ hilang. Pertama ,’black note’ akan digunakan secara serampangan yang mengakibatkan kehebohan dan kepanikan di masyarakat. Hal itu kini sudah terjadi.

Kedua, kekacauan yang diakibatkan penggunaan ‘black note’ yang sembarangan akan memancing Joker keluar dari persembunyiannya. Dan jika itu terjadi maka kekacauan yang ditimbulkan akan lebih dahsyat lagi. ‘black note’ harus ditemukan sebelum Joker muncul.

Iklan Sponsor :


Bizzarre ,tempat hang out anak muda yang paling ‘happening’ saat ini. Malam ini Bizzarre mengadakan event wild party dengan cosplay sebagai dress code. Artinya setiap pengunjung wajib memakai kostum yang mengacu pada karakter tertentu. Dan tentu saja dalam party seperti ini , para wanitanya yang paling banyak mendapat perhatian. Mereka berdandan dan berkostum secantik dan se-sexy mungkin. Berbagai kostum mulai dari catwoman , lady vampire , sailor moon hingga Amazonian mereka kenakan. Ada pula yang memakai cos uniform , seperti pilot , army , nurse dan lainnya. Yang pasti para wanita tersebut tanpa ragu memperlihatkan dan menonjolkan sedikit keindahan tubuhnya. Satu yang menjadi bintang dalam party itu Vio. Sejak pertama tiba hingga berada di dance floor sekarang ini, Vio langsung menarik perhatian banyak pria. Nama Viona mEmang sudah mulai dikenal sebagai model paling fresh dari sebuah majalah pria dewasa yang berani tampil sexy. Apalagi malam ini pakaian yang dipakai Vio sangatlah menggoda iman pria yang melihatnya. Vio memakai baju ‘nurse’ model kemben terusan yang seolah terlalu kecil menempel di tubuhnya. Selain mencetak lekuk tubuhnya dengan jelas , bagaian bawah baju itu berada tinggi di atas lutut dan hanya menutupi sebagian paha mulusnya. Bagian atas bajunya berada jauh di bawah leher dan hanya menutupi sebagian buah dadanya. cerpensex.com Sisa tubuh Vio yang lain terbuka dan terpapar jelas. Sebuah topi mungil ala suster menempel di kepalanya menambah nilai eksotis Vio. Doni duduk di bar sambil mengamati Vio yang meliuk liuk erotis di dance floor dikelilingi banyak pria. Doni mEmang sudah datang duluan dari Vio , dan ia memang sengaja menunggu mantan kekasihnya itu. Ia telah mempersiapkan sebuah scenario pemerkosaan bagi Vio yang telah mengkhianatinya. Semuanya tertulis di ‘black note’. Dan bagian pertama scenario tersebut telah berjalan dengan baik.

Iklan Sponsor :

Sebelum menuju Bizzarre, Vio terlebih dahulu melakukan photo session untuk majalah edisi bulan depan. Thema sesinya adalah ‘sexy nurse’. Pakaian yang Vio pakai sekarang sebenarnya adalah outfit dia saat pengambilan gambar. Entah mengapa saat sesi selesai , Vio merasa nyaman dengan pakaiannya dan memtuskan pergi ke Bizzarre menggunakannya. Padahal ia telah menyiapkan cos ‘lara croft’ sebelumnya. Vio terus menggoyangkan tubuhnya , meliuk erotis , menghentak mengikuti irama music. Apalagi distimulasi pula dengan beberapa teguk minuman beralkohol, gerakannya makin panas saja. Para pria yang berusaha mendekatinya semakin banyak saja. Hampir semua pria itu berpikiran sama , mencoba keberuntungan dan berharap bisa membawa pulang Vio dan meniduri sepuasnya. Doni pernah meniduri Vio saat masih menjadi pacarnya , jadi ia paham betul apa yang ada di otak para lelaki yang berusaha mendekati Vio saat ini. Dan ia pun tertawa karena tahu jika tak seorangpun dari mereka yang akan berhasil membawa Vio pulang malam ini. Bahkan lebih dari itu , orang orang yang beruntung akan menikmati tubuh Vio pun mungkin saat ini tak akan pernah terpikir akan seberuntung itu. Orang orang itu mungkin saat ini sedang berselimut sarung diluar sana , ditEmani kopi panas atau bir murahan tanpa terlintas sebersit pun mereka akan didatangi bidadari. Semuanya sudah diatur dalam ‘black note’.

Kunjungi JUga CeritaSexHot.Org

Doni melirik jam tangannya , ” time to go girl….” . ia lantas menyelinap keluar terlebih dahulu dan menunggu Vio di tempat parkir.

Setengah jam kemudian Vio keluar dari Bizzarre. Jalannya sedikit sempoyongan karena pengaruh alcohol, beberapa orang pria mengikutinya berusaha menjadi ‘hero’ yang akan mengantarnya pulang dan berharap bisa menidurinya. Namun tentu saja tak ada seorangpun dari mereka yang berhasil. Honda jazz Vio meninggalkan Bizzarre dengan tatapan kecewa dari para pria yang gagal mendapatkan Vio.
Malam itu hujan tak turun , tapi langit terlihat kelam tanpa titik bintang dan bulan. Doni mengikuti mobil Vio dari jarak aman tanpa menyalakan lampu.

Sama seperti sebelumnya saat pertama kali terpengaruh ‘black note’ , Vio mengendarai mobilnya tanpa menyadari jika ia sebenarnya tidak sedang menuju rumah bahkan justru semakin menjauh dari jalan pulang. Dulu Vio diluar kesadarannya mengendarai mobil menuju perumahan terbengkalai dan kali ini ia mengarahkan mobilnya ke luar kota . Jalan yang dilaluinya mulai terlihat sepi. Selain karena mEmang sudah larut malam , daerah ini pun mEmang sebenarnya jarang dilalui. Sebuah pabrik sepatu menjadi bangunan terakhir yang Vio lihat karena selanjutnya hanya ada pepohonan , kebun sayuran dan sesekali sawah. Rumah penduduk hanya terlihat seperti titik cahaya kecil yang jaraknya jauh dari jalan. Tak hanya sepi, jalan itu pun minim lampu penerangan bahkan bisa dikatakan nyaris tidak ada. Tiba tiba mobil Vio berhenti. Jauh di belakangnya , Doni pun ikut berhenti dan menyembunyikan mobilnya di balik bayangan rimbun pepohonan dan gelap malam. Warna mobil Doni yang kebetulan hitam membuatnya tak terlihat dari tempat Vio. Vio turun dari mobilnya dan mEmandang daerah sekelilingnya dengan wajah bingung.

“aduh….dimana lagi gue….??”

Seingat Vio , ia tadi hanya minum beberapa gelas dan tak akan membuatnya sampai mabuk berat. Setidaknya seharusnya ia masih bisa menemukan jalan pulang. Ia tak mengerti kenapa bisa sampai tersesat jauh ke tempat ini. Hawa malam yang dingin dengan cepat menyerang Vio dan menyadarkannya jika ia memakai pakaian yang minim.

“kenapa gue pake baju kayak gini…???” Vio terlihat semakin bingung. Kedua tangannya bersilang memegang bahu berusaha mengurangi dinginnya angin malam.

Tak tahan udara dingin , Vio kembali masuk mobil namun tak segera menjalankannya. Ia berdiam diri mencoba merefresh memorinya , mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Ia ingat photo session di sore hari .. ia ingat baju ‘sexy nurse’ yang dipakainya adalah outfit session tadi. Ia ingat berencana dating ke party di Bizzarre. Namun ia tak ingat kenapa memutuskan memakai baju ini ke Bizzarre padahal seharusnya ia akan berdandan ala Lara Croft.

Memorinya semakin mundur ke belakang, kurang lebih seminggu yang lalu. Vio ingat ia sedang chatting di internet saat tiba tiba dia merasa gejolak birahinya naik drastic. Sebuah nama daerah perumahan mendadak terlintas di pikirannya. Dan ia ingat dirinya bergegas pergi ke tempat itu meski hujan turun dengan derasnya. Disana ia bertemu dengan pria asing yang mirip preman. Vio tak pernah bertemu dengannya apalagi mengenalnya , tapi ia malahan bercinta dengan panas dengannya. Pagi harinya ia baru terkejut mendapati dirinya berada di sebuah rumah setengah jadi , tanpa busana dengan seorang bertampang criminal ( yang juga tanpa busana) memeluk tubuhnya. Panic dan bingung Vio bergegas meninggalkan tempat itu sebelum orang itu terbangun. Vio bergidik mengingat semuanya.

Iklan Sponsor :

Vio tak habis pikir mengapa belakangan ini sering melakukan hal diluar kesadarannya. Mengkonsumsi minuman beralkohol sudah lama ia kurangi , lagIpula ia hanyalah seorang ‘social drinker’ (minum hanya untuk pergaulan dan bukan untuk mabuk ). Shabu sudah lama juga ditinggalkannya , semenjak temannya yang juga artis ( Sheila Marcia ) tertangkap polisi. Apakah mungkin karena santet atau guna guna …??? Sayang sekali Vio tak percaya hal semacam itu. Namun karena tak ada alasan lain yang masuk akal , mau tak mau kemungkinan itu ia pertimbangkan juga. Vio bisa mengkhawtirkan itu nanti , sekarang yang terpenting adalah segera keluar dari tempat ini yang rasanya semakin gelap dan sepi saja. Honda jazz-nya kembali bergerak menyusuri jalan mencari arah pulang. Jalan itu mEmang gelap dan tak ada petunjuk apapun. Namun kondisi jalan yang bagus dan beraspal memberi sedikit harapan untuk Vio . jalan seperti ini pastinya akan berujung di jalan raya , meskipun entah dimana. Beberapa ratus meter berjalan , sebuah titik cahaya terlihat oleh Vio yang kemudian dipastikan berasal dari sebuah warung kopi sederhana khas pinggiran. Warung itu menjadi satu satunya bangunan diantara jajaran sawah dan ladang. Empat orang pria sedang bermain kartu di bale bale depan warung ditEmani kopi panas yang tinggal setengah. Mereka Togar dan Tejo [ supir angkot ] , Eman [ pengangguran ] ,dan Ipul [ satpam pabrik ]. Seorang lagi yang juga pemilik warung hanya berdiri sambil menyaksikan permainan. Sesekali ia mengomentari dan mengejek pemain yang kalah. Orang itu biasa dipanggil si kumis.

“oooh…great Vio…..” Viona mengeluh saat melihat orang orang di warung tersebut. Mobilnya terlanjur berhenti tepat di seberang warung. Tadinya Vio merasa sedikit lega melihat warung itu karena bisa menanyakan arah jalan pulang, sekarang ia ragu. Pakaiannya yang terlalu minim akan menjadikan dirinya tontonan gratis bagi mereka , dan Vio tak merasa nyaman dengan hal tersebut. Tapi jika tak bertanya , Vio khawatir tersesat makin jauh. Vio merasa bimbang. Si kumis menjadi yang pertama menyadari jika ada mobil yang berhenti di seberang warungnya. Keningnya berkerut heran , tak biasanya ada mobil melintas di jam selarut ini.Cerpen Sex

“mobil siapa tuh….???”

Keempat orang lainnya teralih juga perhatiannya pada mobil tersebut dan sama herannya dengan si kumis.

“siapa , mis….???” Tanya Ipul

“mana gue tahu….nyasar kali…???” jawab si kumis

“sepertinya …aku lihat cewek disitu…..” timpal Togar dengan logat khas bataknya.

“ah masa….ngarang kali kau…..” Eman meniru logat Togar dan langsung dijawab dengan geplakan kepala oleh Togar.

”jangan meledek kau……kalo soal cewek aku yakin…soalnya ,….alamaaaaakk…..”

Togar tak bisa meneruskan kata katanya karena terpana melihat mahluk yang baru saja keluar mobil. Tak hanya Togar, semua orang di warung itu sama terpananya, ternganga tak mampu berkata kata. Vio rupanya memutuskan untuk turun dan bertanya arah jalan kepada mereka. Dan seperti yang diduganya, tubuhnya yang terbalut pakaian minim ini menjadi tontonan gratis bagi orang orang itu. Seorang gadis cantik berbalut seragam suster super sexy tentunya bukanlah pemandangan yang biasa mereka lihat setiap hari.

“busseeeett…..suster mana nih…..???” kata Ipul sambil menggosok gosok penisnya yang langsung menegang di balik celana.

”suster pale lu peang…!!! palingan juga pecun dari kota nih….” jawab si kumis , berbagai pikiran mesum mendadak muncul di kepalanya.

“aaah…iya….gue tahu, pasti nih cewek hepatitis…..!!!” Eman berkata dengan nada yakin dan sok pintar.

Keempat orang lainnya langsung memandang Eman dengan heran.

“cewek hepatitis apaan maksud loe….???”

“aahh..bego nih semua….”Eman berlagak sok pintar, “cewek hepatitis….masa gak tahu , itu loo yang suka nari telanjang…”

Satu geplakan Togar langsung melayang ke kepala Eman.

“bah…monyong kau….itu striptis tolol….!!!”

“hepatitis..hehehhe…” Tejo tertawa geli , ” mbahmu itu hepatitis…..”

Mereka terus saling berkomentar nakal dan tertawa saat Vio berjalan menuju warung, dan mereka langsung terdiam saat ia tiba.

“ee..maaf Bang numpang Tanya…ini di mana ya…???” Vio bertanya dengan suara agak bergetar. Selain hawa dingin, ia juga merasa risih dengan pandangan lapar orang orang itu.

“nyasar neng yah…Emang dari mana tadi…???” Tanya si kumis sok wibawa.

“emmm..darii…..” Vio bingung menjawabnya. Ia memang tak sadar bagaimana bisa sampai disini.

Ipul yang berada dekat dengan Vio tak tahan untuk tak menyentuhnya, dielusnya perlahan paha mulus yang terbuka itu.

“wiiihhh…mulus benerrrr……”

“eeehh…!!!!” Vio terpekik kaget , reflex tangannya menampar pipi Ipul , “jangan kurang ajar ya…!!!”

Ipul memegangi pipinya yang panas. Hatinya semakin kesal karena kawannya yang lain menertawakannya. Hampir saja ia balas menampar seandainya tak ditahan Tejo.

“eh, neng…!!! Jangan belagu deh….pecun aja sok jual mahal….!!!” Kata Ipul kemudian.

Tangan Vio kembali bergerak untuk menampar mulut Ipul, namun kali ini si kumis dengan cepat menangkap tangannya.

“lepas….!!! Lepasiinn…!!!!” Vio menghentakan tangannya mencoba melepaskan cengkaraman si kumis namun sia sia saja malahan cengkramannya semakin kuat dan menyakitkan.

“sombong amat sih neng….Emang semalem berapa sih…abang juga punya duit kok….!!!” Kata si kumis tanpa melepas pegangannya.

“iihhh..sakit tahu….!!!” Vio menendang selangkangan si kumis. Kontan saja pria itu kesakitan, pegangannya terlepas, mulutnya memaki tak jelas.

“dan gue bukan cewek gituan…..!!!” sambung Vio lagi.

Vio mulai menyadari situasinya sungguh tak menguntungkan, keputusan untuk turun dari mobil kini disesalinya.bIa bergegas hendak kembali ke mobilnya namun kalah cepat dengan Togar yang langsung melompat menghalangi jalan.

“minggir….!!!” Hardik Vio

“hei, butet…!!! Macam mana kau bukan cewe gituan…pakaian kau saja macam itu….”

Kemben terusan ala “sexy nurse” yang menampilkan setengah paha terbuka dan setengah buah dada terlihat tentunya mEmang menimbulkan pikiran mesum pria yang melihatnya.

Vio terdiam, dalam hatinya ia juga bertanya tanya kenapa memutuskan memakai pakaian seperti ini tadi.

“minggir….!!!” Vio semakin gusar dan mencoba menendang Togar yang menghalangi jalan. Dan itu sebuah kesalahan.

Gerakan Vio justru mempermudah Togar untuk menangkapnya. Tubuh gadis itu ia dekap erat dan rapat ke tubuhnya. Togar menikmati tekanan empuk buah dada Vio yang terhimpit.

“wooii…empuk kali payudaranya nii…..”Cerpen Sex

Vio meronta dan berteriak panic meminta dilepaskan. Tangannya memukul mukul liar tubuh Togar yang tentunya tak berpengaruh apa apa. Togar malahan mengangkat tubuh Vio membuat kaki gadis itu menendang liar mencari pijakan. Satu kesempatan Vio menendang selangkangan Togar dengan lututnya. Cukup keras untuk membuat Togar melepaskannya. Togar memaki dengan bahasa batak yang tak dimengerti oleh semua orang disana. Melihat dua kawannya telah “jatuh”, tiga orang lainnya bergerak bersama mengepung Vio dengan siaga dan waspada. Vio memandang bergantian tiga orang pengepungnya. Tangannya terkepal meski sebenarnya ia lebih siap menyerang dengan kakinya. Belajar dari dua orang sebelumnya, dengan cepat Tejo dan Eman menyergap dan menangkap kaki Vio. Dengan cepat pula Ipul menangkap tubuh Vio dari belakang , tangannya dengan nakal mencuri remasan di buah dada gadis itu.

“lepasin…!!! Lepasin….!!! Tolong…!!! Tolong……!!!!”

Kali ini Vio tak bisa melawan karena tubuh dan kakinya tertahan.

“kena juga lu…dasar pecun belagu….!!!” Si kumis sudah berdiri kembali meski ngilu masih terasa.”rasain pembalasan gue entar…..!!! bawa aja ke belakang cuy….!!!”

Vio menjerit dan meronta dengan panik saat tubuhnya dibopong ke belakang warung. Si kumis lalu buru buru menutup warungnya sementara Togar menyembunyikan mobil Vio di tempat aman dan tak terlihat.

Suara teriakan Vio sebenarnya masih bias terdengar hingga radius beberapa ratus meter dari situ meski samar. Namun si kumis cs tak khawatir, tempat itu sepi dan rumah penduduk terdekat jaraknya 1 KM. selebihnya hanya sawah dan ladang saja. Meski begitu sebenarnya ada orang yang mendengar teriakan Vio, namun ia terlihat tak peduli. Ia malahan hanya menyalakan rokoknya dan menghisapnya dengan santai sambil duduk di atas kap mobilnya. cerpensex.com Doni mendengar teriakan itu dan ia tak perlu melihat langsung untuk tahu apa yang terjadi dengan mantan pacarnya itu. Semuanya berjalan persis seperti skenario yang ia tulis di ‘black note’. Asap rokoknya ia hembuskan perlahan sambil menikmati suara jeritan Vio yang semakin samar di kejauhan. Wajah Doni terlihat puas sekali.

“well..sepertinya ada yang sedang bersenang senang dengan ‘black note’ nih…..”

Suara pria di belakangnya membuat Doni terlonjak kaget. Ia terkejut melihat ada orang disana apalagi orang ini tahu tentang ‘black note’

“siapa kamu….???”

Bagian belakang warung itu ternyata sebuah lahan tak tergarap yang dipenuhi oleh tanaman dan pepohonan yang tumbuh liar. Vio diikat diantara dua buah pohon yang tak terlalu besar dan tumbuh sejajar. Tangan dan kakinya diikat merentang ke masing masing pohon , membuat huruf ‘X’ besar diantaranya. Vio awalnya terus meronta namun ikatannya terlalu kuat , ia malah menyakiti dirinya sendiri. Akhirnya Vio terdiam , buah dadanya naik turun mengikuti helaan nafasnya. Sorot mata marah menjadi satu satunya perlawanan yang tersisa.

“brengsek kalian semua….!!! Bajingan pengecut….!!!” Maki Vio.

Kelima pria itu tak terpengaruh makian Vio. Mereka sedang begitu menikmati pemandangan seorang suster sexy yang terikat tak berdaya. Dan seeakan hendak menteror mental Vio, mereka membuka pakaian masing masing di hadapannya hingga telanjang bulat. Terror itu berhasil. Mental Vio langsung jatuh , wajah memucat cemas saat melihat lima penis yang berdiri penuh siap menusuk dirinya.

“jangan…jangann….” Vio bergumam lirih saat mereka mulai mendekat.

Dengan satu tarikan, si kumis menurunkan bagian atas baju Vio. Buah dada yang tak terlapis apa apa lagi itu kini terpapar dengan jelas.

“buled bener ooy….” Si kumis memainkan buah dada kiri Vio , yang kanan menjadi bagian Ipul.

Eman dan Togar tak tinggal diam. Mereka masing masing mengelus dan menciumi paha mulus gadis itu. Sementara Tejo menikmati dengan asyik kehalusan dan kemulusan punggung Vio. Tejo menciumi tengkuk Vio dan berlanjut dengan jilatan menyusuri punggung mulusnya hingga ke bawah. Bagian bawah baju Vio ia singkap ke atas. Baju suster itu kini tersangkut di pinggang Vio, tak lagi menutupi bagian terindah dari tubuhnya. Apalagi setelah Tejo merobek celana dalam Vio dengan pisau. Terbukalah sudah buah dada , pantat , paha dan vagina Vio menunggu untuk dijamah.

Kelima pria itu menggerayangi tubuh Vio dengan ganas. Si kumis dan Ipul saling berbagi buah dada untuk diremas dan dikulum. Eman dan Togar saling berbagi paha mulus untuk mereka nikmati , sementara Tejo asyik dengan pantat Vio nan montok. Sesekali jemari Tejo meraih ke depan menggelitik vagina Vio. Vio tak lagi berteriak bahkan ia berusaha menahan tangisnya agar tak meledak. Ia sadar tangisan dan teriakan tak akan membantunya justru akan membuat para pemerkosanya semakin bersemangat. Vio tak mau itu terjadi. Yang bisa Vio lakukan saat ini hanyalah memejamkan mata sambil menggigit bibir. Meski merasa geli karena seluruh bagian sensitifnya digerayangi, ia sama sekali tak terangsang. Rasa malu dan terhina membuatnya tak bisa menikmati semua itu. Awalnya mudah bagi Vio untuk menahan agar tak terangsang. Namun saat Togar mulai menciumi dan menjilati vaginanya, pertahanan Vio mulai goyah. Rupanya Togar cukup lihai untuk urusan yang satu ini. Sapuan lidah di bibir vagina hingga ke dalam liangnya membuat tubuh Vio menggelinjang tak karuan. Secara otomatis kuluman si kumis dan Ipul di buah dadanya menjadi lebih terasa. Terutama saat kumis tebal menggesek putingnya, Vio merasakan sensasi sex yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Bibirnya yang tertutup rapat akhirnya terbuka dan mengeluarkan desahan desahan erotis.

“ooohh….aaahhh..eehmmmaaahh…..”

Lidah Togar masih dengan lihainya menyapu dan mengorek vagina Vio , hanya tinggal menunggu waktu hingga gadis ini mencapai puncak. Tanpa melepas buah dada Vio, Ipul meraih bibir gadis itu dan menciumnya penuh nafsu. Lidahnya menjelajah mencari pasangannya. Awalnya Vio tak meladeninya , namun karena terus menerus tersentuh akhirnya lidah Vio ikut bergerak juga dan merespon ciuman bibir Ipul sebisanya.

Tiba tiba Vio merasakan darahnya mengalir lebih cepat , nafasnya mulai memburu , seluruh tubuhnya terasa menegang.

“mmmppphh..mmmmm….”

Mata Vio terpejam menikmati orgasme pertamanya. Rintihannya terbungkam oleh ciuman bibir Ipul. Dan tubuhnya perlahan melemas. Sejenak kelima orang itu menghentikan permainannya dan membiarkan Vio menikmati hasil ‘kerja’ mereka. Tubuh Vio yang terikat semakin terlihat lemah tak berdaya. Nafasnya tak teratur. Buah dadanya yang menjulang indah bergerak naik turun. Pipinya yang putih terlihat merona kemerahan.Cerpen Sex

“hehehe..dasar pecun, gitu aja udah KO….” Si kumis mengejek.

Panas telinga Vio mendengarnya , matanya memandang dengan marah.

“eehh..berani melotot lu ya…..!!!” hardik Ipul seraya menampar pipi Vio cukup keras.

“aaawww…!!!” Vio menjerit kesakitan, air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya jatuh juga.

“nangis lu….pecun bias juga nangis lu…..!!!!”

Air mata Vio semakin memancing Ipul untuk menamparnya lagi.

“aawwww….sakiiitt….!!!!”

Satu tamparan lagi.

“aawww…!!!!…amppuunn…aammmp…!!!”

Satu tamparan lagi.

“aaww….ammpunn..jangaaann…sakiitt…..!!!”

Vio menundukan kepala seraya terus meminta ampun. Untunglah Ipul tak berlanjut menamparnya lagi.

“lai…ini cewe harus diberi pelajaran….beraninya dia tending si ‘ucok’ tadi….!!!” Kata Togar sambil mengelus penisnya.

“lu bakal rasa sekarang yee….!!!” Kata si kumis sambil mengambil celananya dan melepas sabuk kulit dari sana.

Vio melihatnya dan sadar apa yang akan terjadi padanya. Ia menggeleng gelengkan kepala , wajahnya begitu memelas , mulutnya terus mengiba.

“jangan…jangan bang…ampuunn…jangaann…”

Dengan pandangan khawatir , mata Vio terus mengikuti gerakan si kumis yang bergerak ke belakangnya.

“bang..jangan bang…..saya ikut mau abang…tapi jangan sakiti saya…jangan bang….”

Togar, Tejo, Ipul dan Eman tersenyum senyum melihat Vio begitu ketakutan. Di belakang si kumis sudah mengambil ancang ancang.

“aaaaaakhhww……!!!!!”

Satu sabetan pertama sabuk si kumis mengenai punggung Vio dan meninggalkan bekas merah disana. Air mata Vio mengalir makin deras , bibirnya menggumam lirih memohon ampun.

“sakiit bang…ampuuhnnn…amppunnhh….hhh…”

Sabetan demi sabetan terus mendera punggung Vio, meninggalkan bekas merah yang memanjang dan melintang tak beraturan. Jerit kesakitan Vio tak dihiraukan si kumis, sebaliknya ia semakin senang dan terangsang. Begitupun empat kawan lainnya.

Sabetan sabuk si kumis juga mengarah ke pantat Vio. Tubuh gadis itu bergetar dan menggelinjang menahan sakit yang dideritanya. Dan akhirnya setelah melihat Vio cukup menderita, si kumis melempar sabuknya ke tanah. Ia lalu mendekap Vio dari belakang , buah dada gadis itu diremasnya dengan kasar. Ia berbisik di telinga Vio.

“sekarang elu ikutin apa mau kita..kalau melawan….hmmmm rasain sendiri akibatnya…paham…!!!!>???”

“aaaww….!!!” Vio terpekik saat buah dadanya diremas keras sekali , “pp..paa..pahamm..bang….”

Si kumis melepaskan dekapannya dan dengan isyarat ia menyuruh temannya untuk membuka ikatan Vio.

Saat ikatan dilepas , tubuh Vio langsung ambruk ke tanah. Ia terdiam sejenak saat memulihkan nafasnya lalu Vio pun mulai menangis.ia tersengguk sengguk sambil menutup wajah dengan kedua tangannya. Rasa panas dan perih di punggung dan pantatnya masih terasa menyakitkan.

“alahhh..udah deh jangan cengeng….” Si kumis dengan kasar menarik rambut Vio, “mending elu isep kontol gue….!!!” Si kumis menyodorkan penisnya ke mulut Vio.

Khawatir akan disakiti lagi , Vio pasrah membuka mulut dan membiarkan penis itu menerobos ke dalamnya.

“iseep..!!! ayo isep yang kenceng….!!!!”

Vio mengikuti perintah si kumis dan memberi hisapan hisapan yang menyalurkan kenikmatan ke seluruh tubuh pria itu. Dan sesaat berikutnya , tanpa diperintah lagi Vio melakukan jilatan , kocokan dan kuluman pada penis si kumis. Sementara mengulum, tangan gadis itu tak dibiarkan menganggur. Eman dan Ipul menyuruh mengocok penis mereka dengan tangan. Togar mendekap Vio dari belakang, meremas buah dada dan memainkan putingnya seraya mencium tengkuk gadis itu sesekali ke belakang telinga. Sementara Tejo yang gak kebagian dengan sabar menunggu giliran. Secara bergantian , Vio mengulum dan mengocok penis si kumis , Ipul dan Eman. Berharap semua cepat selesai,Vio memberikan service terbaiknya. Kombinasi jilatan lidah dan kuluman bibir basah Vio di penis tiga pria itu , membuat mereka melayang tinggi ke nirvana.

Genggaman tangan Vio pun tak kalah membiusnya. Sentuhan kulit halus lembut disertai kocokan yang begitu ‘ahli’ di penis mereka sungguh tak pernah terbayangkan nikmatnya sebelumnya. Togar pun begitu asyik menikmati buah dada bulat menonjol Vio yang begitu sempurna dengan putingnya yang mengeras. Sungguh empuk dan nikmat untuk disentuh dan diremas. Ciuman Togar di tengkuk dan leher Vio kian ganas saja apalagi ditimpali rintihan samar gadis itu karena mulutnya masih tersumpal penis. Dan Tejo , masih sabar menunggu giliran. Sekian lama Vio melakukan oral sex , si kumis menjadi orang pertama yang meraih puncak kenikmatan. Penisnya berkedut kedut dan spermanya ia semburkan ke wajah cantik gadis itu.

”ooow…!!!” Vio terpekik kaget , tak menyangka si kumis akan melakukan itu. Vio sebenarnya tak masalah jika harus menelan sperma lelaki yang menyetubuhinya , namun ia tak suka wajahnya disembur sperma karena khawatir akan merusak wajah cantiknya yang menjadi modal dia sebagai model. Tetapi cairan putih itu terlanjur mengalir di wajahnya. Vio tak bisa protes apalagi melawan karena posisinya memang tak menguntungkan. Sudah merasakan kepuasan, si kumis mundur dan posisinya digantikan Togar. Sementara Tejo yang sudah mulai kesal menunggu , menggantikan posisi Togar mendekap Vio dari belakang.

“non…bajunya dilepas aja..ganggu nih…..” kata Tejo sambil menurunkan baju Vio yang tersangkut di pinggang. Dan terbukalah tubuh Vio yang mulus dan indah tanpa penutup apapun.

Selain menggerayangi buah dada Vio , Tejo juga rupanya senang meraba punggung gadis itu. Meski sekarang telah berhias bekas lecutan sabuk si kumis namun tak mengurangi kepuasan Tejo menyentuhnya. Sebaliknya bagi Vio , sentuhan tangan Tejo di punggungnya membuat memarnya terasa perih kembali. Tubuh Vio menggeliat geliat menahan sakit.

“kenapa neng….sakit ya…???” kata Tejo yang justru malah dengan sengaja menyentuh dan menyusuri bekas memar yang memanjang itu.

“aduh…jangan dipegang bang….perihh….” Vio sejenak melepas kulumannya dan menyempatkan menoleh ke arah Tejo.

Ipul yang kenikmatannya terganggu , dengan tak sabar menarik kembali kepala Vio untuk melanjutkan kulumannya. Kali ini kepala Vio ia tahan dengan tangan agar tak melepas lagi seperti tadi. Tejo memang tak menyentuh lagi memar Vio dengan tangan , tapi malahan berganti dengan lidah. Memar itu ia jilati perlahan sambil tangannya sibuk memilin milin putting gadis itu. Kontan saja tubuh Vio tersentak dan menggeliat. Ia tak bisa menoleh atau protes karena kepalanya ditahan Ipul. Vio hanya mengguman tak jelas sambil meneteskan air mata. Orang kedua yang menyemburkan sperma ke wajah Vio adalah Ipul lalu diikuti kemudian oleh Eman dan Togar. Sementara Tejo lebih suka spermanya ditelan Vio daripada disemburkan di wajah. Saat oral sex berakhir , wajah Vio telah belepotan oleh sperma dari keempat pemerkosanya yang bercampur dengan air matanya sendiri. Dan kondisi Vio yang menangis tersedu sedu dengan wajah penuh sperma rupanya cukup efektif membangkitkan kembali gairah si kumis Cs. Si kumis lantas masuk kembali ke warung dan kembali tak lama kemudian dengan membawa seember air lengkap dengan gayungnya.

“neng..cuci muka gih sono….” Perintah si kumis.

“ahhh..gak usah deh…cantikan kayak gini kok….” Ucap Eman

“iya tuh…anggap aja mandi susu…..” Ipul menimpali dan disambut derai tawa lainnya.

Telinga Vio rasanya makin panas saja. Ia merasa begitu terhina , sudah diperkosa , oleh orang orang kelas kampung pula. Meski begitu Vio dengan senang hati menerima tawaran si kumis. Dengan sedikit lega Vio mengambil beberapa gayung air untuk membersihkan wajahnya. Terasa dingin memang, namun ia juga merasa segar sekaligus bersih. Dingin lebih baik daripada harus bermandikan sperma.

“mandi aja non…tanggung sekalian…..” ujar Tejo bercanda.

“eehh..benar kau jo….si butet ini kita suruh mandi saja sekalian biar segar….” Togar menganggapi serius.

Vio tertegun dan berharap mereka bercanda. Berada di tempat terbuka tanpa pakaian sama sekali pada malam hari seperti saat ini saja dinginnya sudah begitu menyiksa. Sedari tadi rasa dingin itu ia abaikan karena teralihkan oleh siksaan si kumis dan oral sex yang ia lakukan pada mereka. Tapi sekarang hawa dingin itu sangat terasa apalagi jika harus ditambah dengan mengguyur tubuh dengan air sedingin ini.

“iya neng…mandi aja sekalian….ayo”

“ta..tapi…bang….dingin….” keluh Vio.

“terserah deh…mau mandi atau ini…..” si kumis telah memegang kembali sabuknya.

Vio langsung saja terintimidasi dan menyerah, ia tak yakin mampu menahan siksaan sabetan sabuk si kumis sekali lagi. Dengan gontai ia mengambil segayung air lalu perlahan menyiramkannya perlahan ke seluruh tubuh layaknya sedang mandi.Cerpen Sex

“ooohww…” rasa dingin langsung menyerang Vio hingga ke tulang.

“uu..uu..udd..ddahh..bbb..baa..baaannng…..” Vio menggigil kedinginan. Ia mencoba mengurangi rasa dingin dengan bersilang tangan.

“masa sekali doang..mana bersih dong neng…..!!!” kata Eman.

“betul…masih setengah ember lho….mbok ya dihabiskan….” Kata Tejo pula.

Bibir Vio tak berkata apa apa. Tapi sorot matanya menyiratkan penghibaan dan memohon belas kasihan. Tatapan Vio dibalas si kumis dengan memutar mutar sabuknya dan Vio pun sadar ia tak punya pilihan lain.

Vio kembali mengambil segayung air dan disiramkan ke tubuhnya.

“oowhhh…” Vio kembali terpekik kedinginan.

Tubuhnya semakin menggigil , bibirnya bergetar dan giginya terdengar bergemeletuk karena dingin.

“aahhh..kelamaan kau……!!!” Togar dengan tak sabar mengambil ember itu dan menumpahkan sisa airnya ke tubuh Vio.

“ooooooowwwwwhh….” Vio terpekik panjang.

Dingin yang Vio rasakan semakin tak tertahankan lagi. Ia langsung meringkuk dan berjongkok dengan tangan bersilang, tubuhnya terus menggigil dan suara gemeletuk giginya semakin jelas terdengar.

“dingin neng ya….duhh kasiaaannn….” Si kumis membelai wajah Vio yang terlihat semakin putih karena pucat.

“ayo sini…abang angetin deh…..” si kumis mengangkat tubuh Vio sendirian , ” hei…gue duluan coy…!!!”

Si kumis menggendong tubuh Vio masuk kembali ke warung diikuti empat orang lainnya. Di warung tersebut tepatnya dekat dapur memang terdapat sebuah kasur sederhana namun cukup nyaman. Si kumis sengaja menyiapkan itu untuk melepas lelah sejenak jika tak ada pembeli. Tubuh Vio dibaringkan disana. Si kumis mEmang mendapat giliran pertama menikmati tubuh sintal Vio, sementara empat orang lainnya menunggu giliran sambil mengundi siapa selanjutnya.

“hhmmm….mulusss…dingiiinn….kayak es batu….” Si kumis meraba setiap lekuk tubuh Vio yang masih kedinginan. Tak seinci pun tubuh indah Vio terlewat untuk disentuh. Jari jarinya dengan nakal mengorek liang vagina Vio. Gadis itu menggeliat dan menggelinjang mengalihkannya untuk sementara dari rasa dingin yang menderanya.

Si kumis lalu menaiki tubuh Vio. Buah dada montok gadis itu ia remas , penisnya ia jepitkan diantara belahan montok tersebut. Sambil tak lepas meremas , si kumis bergerak mendorong penisnya di sela jepitan buah dada Vio.

“hhuuahh..mimpi apa gue ya…….” Si kumis merasakan kenikmatan berganda.

Masih dengan menjepitkan penisnya diantara buah dada Vio , ia menyodorkan ujungnya ke bibir Vio.

“jilat yang enak ..neng….”

Dengan pasrah Vio menjulurkan lidahnya menjilati ujung penis tersebut. Lidahnya bergerak teratur memutar mengikuti bentuk kepala penis yang tentunya memberikan efek nikmat luar biasa untuk si kumis. Untuk beberapa menit si kumis betah melakukan hal itu. Meremas bulatan dada Vio , menjepit dan menggesek di belahan dadanya dan sebagai selingan ia menikmati jilatan lidah Vio di ujung penisnya. Barulah kemudian ia memposisikan penisnya di depan vagina Vio. Paha gadis itu ia buka lebar , mengatur posisi sejenak dan dengan sekali dorong , penis itu melesak masuk ke dalam vagina Vio.

“ooooahhhh…..” Vio mendesah panjang saat penis itu menyeruak masuk.

Dan sambil tetap meremas buah dada Vio , si kumis mulai melakukan genjotan. Terakhir kali si kumis menyetubuhi wanita adalah setahun lalu, itu pun dengan janda anak tiga yang wajahnya biasa saja dan tubuhnya sudah agak melar. Maka tak mengherankan ia kini menggenjot tubuh Vio dengan bersemangat dan cenderung kasar. Lagipula siapa yang tak tergiur untuk meniduri gadis cantik model majalah pria dewasa. Si kumis dan yang lainnya memang tak tahu jika Vio ini sebenarnya adalah model. Tapi itu tak penting, karena keindahan tubuh Vio telah menjelaskan segalanya. Bagi Vio sendiri kekasaran si kumis membuatnya sulit untuk menikmati persetubuhan ini. Dibandingkan si kumis, masih lebih baik Benjo, preman berwajah sangar yang pernah menyetubuhinya beberapa waktu lalu. Setidaknya meski berwajah seram, Benjo tahu bagaimana cara membuat wanita merasa nyaman dan terbuai. Hingga kemudian si kumis mencapai orgasme, Vio tak merasakan apa apa selain lelah dan panas di vaginanya. Si kumis mencabut penisnya dengan perasaan puas. Ia melakukan kecupan kilat di buah dada Vio sebelum meninggalkannya.

Sepeninggal si kumis, Vio dengan cepat berusaha mengatur nafas dan mengumpulkan tenaga. Ia sadar masih ada empat orang lain yang harus dilayaninya. Dan Vio berharap empat orang yang lain tak sekasar si kumis. Giliran berikutnya ternyata Ipul. Di tangannya ia memegang sebuah kaset dan kunci mobil Vio. Dengan pasrah Vio berbaring menunggu pria itu menjamah tubuhnya. Tetapi Ipul justru menariknya bangun dan membawanya kembali ke halaman belakang warung. Jantung Vio berdegub lebih kencang, hawa dingin yang menusuk kembali menderanya. Ia merasa cemas akan mengalami hal yang membuatnya menderita lagi. Namun Vio tak berani protes. Ipul ternyata membawa Vio ke samping kanan warung dimana Togar menyembunyikan honda jazz Vio. Ipul menyuruh Vio berdiri di depan mobil sementara Ipul masuk ke dalam.

Vio menuruti perintah